JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sekda Sragen: Jelang Pilkada, Pedagang Pasar Kota Jangan Galau!

Tatag Prabawanto. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemkab Sragen meminta pedagang Pasar Kota Sragen tidak galau atau resah terkait nasib mereka.

Pedagang juga diminta tetap tenang menyikapi kemungkinan relokasi atau lokasi brak darurat ketika nanti pasar direvitalisasi.

Hal itu disampaikan Sekda Sragen, Tatag Prabawanto kepada wartawan, Selasa (3/11/2020). Ia mengatakan saat ini semua masih menunggu kepastian perihal revitalisasi Pasar Kota Sragen.

Ia meminta semua pihak, termasuk pedagang, tidak berlebihan menyikapi isu sana sini yang berkembang jelang Pilkada. Menurutnya, semua akan dipikirkan dengan matang ketika nanti dana revitalisasi sudah benar-benar turun.

Baca Juga :  Siapkan 2.271 Saksi, Tim Pemenangan Yuni-Suroto Gembleng 40 Kader Jadi Pembina Saksi di Pilkada Sragen. Yuni Pesan Tetap Fokus dan Jangan Terlena!

“Lha wong danane belum jelas dan masih menunggu kepastian pusat kok. Sudah isune rono rene rono rene. Pedagang kami minta jangan galau lah. Apalagi situasi menjelang Pilkada sangat rawan disusupi kepentingan,” paparnya.

Tatag menjelaskan bahwa pembangunan Pasar Kota memang sudah disiapkan. Akan tetapi semua masih menunggu kepastian dana dari kementerian pusat.

Apabila anggaran Rp 200 miliar yang dijanjikan pusat sudah benar fix turun, barulah semua akan ditata dan dimatangkan. Termasuk soal lokasi penempatan pedagang selama pembangunan.

Baca Juga :  Tambah 11 Warga Positif dan 1 Meninggal, Kasus Covid-19 Sragen Melaju Jadi 1.120. Ada 1084 Warga Kontak Erat, Total Sudah 111 Warga Meninggal Dunia

“DED (detail enginering design) saja masih harus direview lagi. Kami minta semua sabar dan jangan berspekulasi yang tidak tidak,” tukasnya.

Sekda menambahkan soal brak darurat di sepanjang jalur kios renteng Kliteh hingga tentara pelajar, menurutnya memang sudah pernah dibahas dalam rapat belum lama ini.

Lokasi itu menjadi salah satu opsi alternatif dan nantinya kepastiannya akan ditentukan ketika sudah ada dana dari pusat.

“Yang penting danane sudah ada dulu,” tandasnya. Wardoyo