JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sempat Kunker Bareng Dirut RSUD Soeratno Gemolong yang Positif Covid-19, 10 Ketua dan Anggota Komisi IV DPRD Sragen Langsung Jalani Swab. Jangan Kaget, Ini Hasilnya!

Ketua DPRD Sragen, Suparno. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 10 anggota DPRD di Komisi IV terpaksa menjalani swab test menyusul kasus positif covid-19 yang menimpa Dirut RSUD dr Soeratno Gemolong, Dr Agus Trijono, Senin (16/11/2020).

Para legislator itu diswab karena sebelumnya sempat melakukan kunjungan kerja (kunker) bersama Dirut RSUD Gemolong ke Jawa Timur.

“Saya sudah perintahkan ketua komisi IV untuk melakukan swab. Ada 10 ketua dan anggota di komisi itu semuanya sudah swab. Hasilnya Alhamdulillah semua negatif,” papar Ketua DPRD Sragen, Suparno, ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/11/2020).

Suparno menguraikan Dirut dan Komisi IV memang sempat melakukan kunker bersama ke Jatim pekan lalu. Mereka kunker terkait Pansus Raperda Sistem Kesehatan Daerah (SKD).

Baca Juga :  Tambah 17 Warga Positif dan 1 Meninggal Dunia, Angka Kasus Covid-19 Sragen Hari Ini Meroket Jadi 1.104 Kasus. Sudah 107 Warga Meninggal Dunia, Korban Terakhir dari Sambirejo

Setelah tahu Dirut positif, semua anggota Komisi IV yang sempat kunker, lansung diperintahkan menjalani swab test.

“Tidak ada anggota komisi yang kena. Pak Fatur, Pak Mualim, Pak Giyamto semua sudah swab dan negatif,” terangnya.

Perihal kasus positif pada Dirut RSUD Gemolong, Suparno menyampaikan memang hanya kebetulan saja.

Ia juga tidak bisa memastikan apakah yang bersangkutan terpapar dari lokasi kunjungan atau dari tempat lain, juga tidak ada yang bisa memastikan.

Pasalnya, ia mengakui beberapa waktu terakhir, cuaca di Jatim dan Surabaya memang ekstrim sekali. Kondisi itu sangat rentan reaktif ketika dilakukan rapid test.

Baca Juga :  Keren, Sepakterjang 2 Usahawan Muda asal Sragen Ini Gapai Kesuksesan dari Nol. Rosita Berkibar lewat Usaha Make Up Artis, Titis Punya 80 Cabang Es Dawet Kekinian di Seluruh Pulau Jawa

“Karena cuacanya di sana memang ekstrim sekali. Kalau dirapid memang mungkin akan rentan reaktif. Pak Dirut pun kenanya pas di mana juga Wallahualam. Kebetulan saja memang habis kunker,” tukasnya.

Sebagai antisipasi, menurutnya selama masa pandemi, DPRD senantiasa memperketat dengan mewajibkan rapid test bagi semua anggota yang akan berangkat kunker ke luar kota.

Jika hasilnya reaktif, maka tidak diperbolehkan berangkat. Rapid bahkan secara rutin dilakukan setiap pekan ketika habis masa berlakunya.

“Teman-teman kami berikan pemahaman agar jangan malu-malu atau takut rapid maupun swab. Karena itu juga menyangkut kesehatan diri,” tandasnya. Wardoyo