JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sudah Tinggalnya Numpang, Istrinya Hendak Operasi Kanker Rahim Tak Punya Uang, Tukang Rosok asal Singopadu Ini Datang Nangis-Nangis ke Kantor Baznas Sragen. Ternyata BPJS-nya Juga Keblokir Karena Nunggak Setoran

Surat permohonan bantuan yang ditulis tangan oleh tukang rosok asal Singopadu Sidoharjo Sragen ke Baznas Sragen. Foto/Wardoyo
PPDB
PPDB
PPDB

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kisah derita kaum papa menyeruak di Desa Singopadu, Kecamatan Sidoharjo, Sragen. Seorang tukang rosok asal Griya Sidoharjo Asri, Singopadu tiba-tiba datang ke Kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sragen.

Kepada petugas di kantor Baznas, pria paruh baya itu menceritakan kisah sedihnya sembari menitikkan air mata. Istrinya, Yuli Astuti (46) divonis mengidap kanker rahim atau kista dan oleh dokter diharuskan operasi.

“Dia bilang nggak punya uang untuk biaya. BPJS-nya juga nunggak setoran sehingga nggak bisa dipakai. Padahal istrinya sebentar lagi diharuskan operasi kista,” papar Ketua Baznas Sragen, Untung Mardikanto, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (29/11/2020).

Di hadapan petugas, pria itu juga menceritakan kondisi penyakit istrinya yang sudah stadium ganas. Alih-alih biaya untuk operasi, untuk biaya kehidupan pun mereka kesulitan.

Baca Juga :  Pengumuman, CV MSB Sragen Buka Pintu Validasi Kepemilikan Paket untuk Semua Mitra. Data Ditunggu Paling Lambat 1 Agustus, Begini Caranya!

Rumah di Griya Sidoharjo Asri itu pun bukan milik mereka sendiri. Melainkan milik orang dan mereka hanya dipasrahi untuk menempati dan menjaga saja.

“Dengar ceritanya, kami langsung minta dicek. Dan ternyata benar orang tidak mampu. Kemudian kita minta buat surat permohonan diketahui lurah dan camat dan setelah semua dipenuhi, kita cek ke rumah sakit yang akan operasi. Saya pikir tinggal selangkah lagi sudah operasi, akhirnya kita urus tunggakan BPJSnya yang terputus dan kita bayarkan sampai bulan Desember. Totalnya kemarin Rp 1,750 juta. Dengan begitu nanti bisa operasi pakai BPJS,” terangnya.

Baca Juga :  Waspada, 3 Sekolah di Sragen Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19. Ada yang Hanya Gara-Gara Selfie, Total 54 Guru dan Karyawan Positif, Berikut Daftar Sekolahnya!

Untung menambahkan selain pelunasan tunggakan BPJS, pihaknya nanti juga akan membantu biaya selama sang suami menunggui istrinya ketika operasi.

Besarannya Rp 50.000 perhari selama.operasi. Bantuan itu diharapkan bisa digunakan menopang kebutuhan keluarga selama istrinya dioperasi.

“Karena kalau nunggui operasi, dia kan nggak bisa kerja,” tukasnya.

Untung menambahkan respon cepat permintaan bantuan itu memang sudah sering dilakukan Baznas. Termasuk ada yang datang meminta bantuan kaki palsu, kemudian warga tidak mampu lainnya yang meminta bantuan lainnya.

“Asalkan memang benar-bemar tidak mampu dan sepengetahuan dari Kades dan Camat yang ditunjukkan ada surat dari desa dan kecamatan. Lalu selama ada surat miskin tetap kita prioritaskan,” tandasnya. Wardoyo