JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Tim Solopeduli Bantu Evakuasi Warga Kawasan Merapi, Sembari Edukasi Pengungsi Disiplin Pakai Masker

Warga kawasan Merapi dieavkuasi ke tempat yang lebih aman, sembari diberikan edukasi disiplin menggunakan masker. Foto: Solopeduli
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

Warga kawasan Merapi dieavkuasi ke tempat yang lebih aman, sembari diberikan edukasi disiplin menggunakan masker. Foto: Solopeduli
Warga kawasan Merapi dieavkuasi ke tempat yang lebih aman, sembari diberikan edukasi disiplin menggunakan masker. Foto: Solopeduli

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM -Tim Aksi Tanggap Bencana (Sigab) SOLOPEDULI membantu evakuasi warga Kawasan Rawan Bencana (KRB) 3 Gunung Merapi, di Dukuh Stabelen, Desa Tlogolele, Selo, Boyolali, Senin (9/11/2020).

Anggota tim Sigab SOLOPEDULI, Endhi Yuda, memaparkan Evakuasi tahap awal ini dilakukan untuk kelompok rentan yaitu anak-anak, wanita hamil dan lansia. Sebanyak 136 KK (387 jiwa) akan di evakuasi di TPPS (Tempat Penampungan Pengungsian Sementara) Tlogolele yang berada 9 km dari puncak Gunung Merapi.

”Evakuasi akan kami lakukan hingga beberapa hari ke depan, sambil kami melihat situasi perkembangan Merapi. Kami membutuhkan sejumlah kebutuhan warga yang ada di sini, jadi saat ini kami membantu evakuasi sekaligus survei kondisi Gunung Merapi dan apa yang menjadi kebutuhan para pengungnsi,” jelas Endhi Yuda.

Sembari melakukan evakuasi, para relawan dari Solopeduli ini juga menyisipkan edukasi penerapan protokol kesehatan bagi warga. Misalnya, mengingatkan pentingnya untuk senantiasa memakai masker. Para lansia dan anak-anak yang kadang tidak betah memakai masker turut diingatkan agar masker terus dipakai.

Apalagi di saat riuh semacam ini, warga sering terlewatkan kedisiplinan menerapkan perilaku kebiasaan baru pencegahan Covid-19. Mulai lepas masker, berkerumun dan tidak disiplin cuci tangan. Karena itulah dalam kesempatan itu Tim Relawan Solopeduli turut membantu kedisiplinan warga tersebut.

Mereka yang bergerombol juga diingatkan untuk tetap jaga jarak dan diminta tidak berkerumun. Mereka juga dipastikan asupan gizinya agar imunnya tidak turun.

Sejauh ini, kata Endhi, para pengungsi mudah diarahkan untuk dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Kebutuhan mendesak mereka saat ini adalah perlengkapan balita dan anak-anak seperti susu, biscuit, selimut, makanan siap saji dan family kids.

Mbah Sugiyem (68), salah satu warga yang ikut dievakuasi bersama beberapa warga lainnya mengunakan mobil pika menyatakan terima kasih atas bantuan para relawan Solopeduli. ”Terimakasih Solopeduli sudah membantu saya dan cucu-cucu saya mengungsi ke TPPS Tlogolele, semoga tetap aman dan sehat semua. Terimakasih banyak sekali lagi,” katanya.

Status Gunung Merapi saat ini adalah Siaga 3. Status ini membuat Tim Sigab Solopeduli memutuskan untuk ikut membantu evakuasi warga serta melakukan berbagai program jika kondisi Gunung Merapi kian memburuk. “Solopeduli sudah berkordinasi dengan berbagai relawan dan pihak yang terkait,” jelas Direktur Utama Solopeduli, Sidik Anshori.

Sidik menjelaskan, pihaknya sudah bersiap siaga mempersiapkan kemungkinan terburuk jika Gunung Merapi erupsi. “Aksi pertama yang kami lakukan adalah menerjunkan tim untuk membantu kelompok rentan yakni anak-anak, wanita hamil, dan lansia,” jelasnya.

Solopeduli, lanjut dia, juga sudah mempersiapkan posko bantuan peduli korban Merapi  yang dibuka di Kompleks Griya Smart Jl. Tentara Pelajar, Jetak, Bolon, Colomadu, Karanganyar. “Solopeduli ingin mengoptimalkan bantuan baik dengan evakuasi warga maupun penyalurkan bantuan logistik,” tambah Sidik.

Optimalisasi bantuan dengan penerjunan tim ke wilayah terdampak dan juga penggalangan dana dilakukan ke seluruh donatur dan calon donatur baik secara perseorangan, maupun komunitas. “Kami massive-kan penggalangan dana baik secara offline maupun online. Semoga langkah-langkah antisipasi ini bisa meminimalisir korban,” imbuh Sidik Ansori. (A Syahirul)