JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Usai Pak Modin Sekeluarga Meninggal, Giliran Pak Bayan di Kalijambe Positif, Kantor Desa Langsung Ditutup. Semua Kades dan Perangkat Jalani Swab

Salah satu pintu masuk di kampung Semen, Desa Sribit, Sidoharjo, Sragen dilockdown dengan ditutup palang dan dipasangi tulisan menggelitik. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus covid-19 di Kalijambe Sragen meluas. Menyusul keluarga Pak Modin Desa Wonorejo, Kalijambe berinsial SUD (60) yang meninggal bersama istri dan putrinya positif, kali ini Kadus atau bayan di Desa Kalimacan, Kalijambe juga terpapar covid-19.

Kadus berinisial JUM (53) itu dinyatakan positif Kamis (12/11/2020) bersama 52 warga Sragen yang positif pada hari itu. JUM saat ini dirawat di RS Brayat Minulyo, Solo.

Baca Juga :  Temui Plt Bupati, Pedagang Kios Renteng dan Sekitar Alun-alun Sragen Tetap Kekeh Suarakan Penolakan Relokasi. Audiensi Kembali Gagal Dapat Solusi

“Benar. Pak Kadus di Kalimacan positif dan saat ini dirawat di rumah sakit Solo,” papar Camat Kalijambe, Rusmanto kepada Joglosemarnewa.com, Jumat (13/11/2020).

Namun Camat memastikan Kadus Kalimacan bukan tertular dari klaster hajatan Modin Wonorejo. Saat ini masih dilakukan tracing darimana penyebab penularan Pak Kadus.

Menyusul kondisi itu, Kades dan semua perangkat di desa itu menjalani swab. Kemutian pelayanan kantor sementara ditutup tiga hari.

Baca Juga :  Fenomena Pilkada Calon Tunggal, Anggota DPR RI Ini Beber Kerugian-Kerugian Jika Masyarakat Pilih Kotak Kosong. Dari Kehilangan APBD Hingga Pembangunan Terhambat!

“Ditutup mulai hari ini sampai hasil swab keluar. Kemungkinan tiga hari sudah selesai dan Senin pekan depan sudah bisa dibuka kembali,” terangnya.

Di sisi lain, Camat menambahkan dari hasil swab kemarin, ada tiga tambahan positif dari Desa Krikilan yang positif. Namun ketiganya juga bukan klaster hajatan Wonorejo dan belum diketahui mereka klaster darimana. Wardoyo