JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Berdalih Biar Cepat Transfer Ilmu, Oknum Pelatih PSHT di Tanon Sragen Diduga Malah Cabuli Siswinya Saat Latihan. Pelaku Juga Minta Korban Kirim Foto Syur

Ilustrasi mesum

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Belum reda keterkejutan publik atas kasus dugaan pencabulan 5 siswi perguruan silat persaudaraan setia hati terate (PSHT) oleh oknum pelatih di Gondang, kasus serupa mencuat lagi.

Kali ini, seorang oknum pelatih PSHT dari kubu berbeda di wilayah Kecamatan Tanon juga membuat geger setelah diduga tega mencabuli siswinya sendiri.

Oknum pelatih itu diketahui berinisial EK dan berprofesi sebagai guru WB. Sedangkan korban sekaligus siswi yang dilatihnya sebut saja Bunga (15).

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber di Tanon, aksi dugaan pencabulan itu dilakukan oleh pelaku saat melatih korban dan teman-temannya pada akhir Oktober lalu.

Aksi pencabulan dilakukan di sela latihan sekitar pukul 22.00 WIB malam.
Menurut salah satu saksi yang mengetahui kasus itu, kejadian bermula ketika korban dan beberapa temannya sedang berlatih di halaman salah satu sekolah SD.

Berdalih Transfer Ilmu

Baca Juga :  Berikut Daftar 59 Warga Sragen yang Positif Terpapar Covid-19 dan Meninggal Dunia Hari Ini. Sidoharjo, Gemolong, Sragen Kota, Sumberlawang Masya Allah!

Dengan dalih mempercepat penurunan ilmu kanuragan ke korban, pelaku kemudian mulai memegang tubuh korban. Karena tak curiga, korban menurut saja.

Termasuk ketika pelaku mulai mendekap dan melakukan aksi cabulnya, korban hanya bisa terdiam. Puas melampiaskan syahwatnya, pelaku kemudian mengancam korban agar tak menceritakan kejadian itu ke orang lain.

Foto Telanjang

Tak puas sampai di situ, EK juga memaksa korban untuk berfoto tanpa busana. Foto itu diminta dikirim kepada EK melalui pesan whatsapp (WA).

Kasus itu pun kemudian meledak setelah korban tak sengaja menceritakan apa yang dialaminya.

Orangtua korban yang tidak terima lantas melaporkan kasus itu ke Polsek Tanon dan diteruskan ke Polres Sragen.

Terpisah, saat dikonfirmasi, Kasubag Humas Polres Sragen Iptu Suwarso mewakili Kapolres AKBP Yuswanto Ardi mengatakan saat ini kasus itu masih dalam penanganan dan penyelidikan oleh unit PPA Reskrim Polres.

“Masih tahap penyelidikan. Ada sekitar lima saksi yang dimintai keterangan. Termasuk terlapor juga sudah dimintai keterangan,” paparnya.

Baca Juga :  Disurati DKK, 5 Rumah Sakit Swasta Sragen Langsung Nyatakan Sanggup Buat Kamar Isolasi Pasien Covid-19. Ini Daftarnya!

Terpisah, Ketua PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun, Jumbadi mengaku sudah mendengar laporan kasus yang melibatkan oknum pelatih di Ranting Tanon itu.

Namun dari hasil interogasinya ke ranting Tanon, bahwa laporan kasus itu sudah dicabut oleh pelapor. Ia menyebut surat pencabutan laporan juga ada.

“Laporannya sudah dicabut. Suratnya juga ada. Yang laporan ranting dan kemarin dari ranting sudah bilang kalau laporannya sudah dicabut. Yang penting orang Tanon itu minta tindakan tegas dari cabang, dikeluarkan atau tindakan tegas lainnya,” papar Jumbadi dikonfirmasi wartawan, Jumat (11/12/2020).

Menurutnya, karena laporan sudah dicabut, nanti proses tindaklanjutnya ada di tangan cabang. Kasus dugaan pencabulan itu akan diadili oleh cabang.

“Nanti tetap ada tindaklanjutnya. Sanksinya misal itu benar dan melampaui batas, melanggar ajaran dan pepatuh, ya kita pecat,” tegasnya. Wardoyo