JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kabar Buruk, Ruang Perawatan Pasien Covid-19 RSUD di Sragen Sudah Penuh Gegara Lonjakan Klaster Keluarga. Warga Diimbau Sementara Tak Salaman, Makan Bareng Disarankan Tak Banyak Ngomong!

Hargiyanto. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Lonjakan tinggi kasus penyebaran corona virus atau covid-19 di Sragen beberapa waktu terakhir membuat kapasitas ruang perawatan pasien positif covid-19 di 2 RSUD di Sragen sudah penuh.

Klaster keluarga menjadi tren baru penambahan kasus dalam jumlah besar yang memicu meroketnya kasus covid-19 di Sragen. Data harian yang dilansir Gugus Tugas Covid-19 menunjukkan hampir tiap hari penambahan kasus covid-19 mencapai puluhan.

Hingga Senin (28/12/2020) petang tercatat jumlah kasus covid-19 sudah mencapai 2.854 kasus. Kemudian jumlah warga meninggal positif tercatat sebanyak 102, lalu 64 suspek  meninggal dan 3 lainnya probabel.

“Tingkat hunian rumah sakit untuk pasien positif dengan gejala saat ini memang penuh. Saat ini untuk rumah sakit memang penuh tapi dinas kesehatan tetap mengatur bagaimana supaya tidak terjadi stagnansi. Kita harus atur bagaimana supaya yang suspek dan gejala tetap bisa ditangani di rumah sakit rujukan covid-19,” papar Kepala DKK Sragen, Hargiyanto, Senin (28/12/2020).

Baca Juga :  Perang Smash 7 Ganda Putra Pelatnas Warnai Laga Bulutangkis All Sragen di GOR Billy Beras. Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra Dipecah

Hargiyanto menguraikan kondisi penuh itu tak lepas dari tingginya angka penambahan kasus covid-19 beberapa waktu terakhir. Menurutnya kasus terbanyak datang dari klaster keluarga dan rumah tangga.

Atas kondisi itu, ia kembali menekankan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan di manapun berada. Termasuk di lingkungan rumah maupun keluarga juga diharapkan tak menanggalkan prokes.

Baca Juga :  Beredar Dugaan Tewas Dibunuh, Polisi Tunggu Hasil Visum Mayat Wanita Muda di Waduk Kembangan. Kades Ungkap Mulut Korban Berdarah

“Misalnya kalau makan bareng, kalau bisa jaraknya 1,5 meter. Dan kalau makan jangan banyak ngomong atau sambil ngomong. Makan ya makan saja terus dihabiskan langsung pakai masker baru ngomong,” kata dia.

Selain menjaga jarak saat makan bersama, ia juga mengingatkan agar sementara menghindari jabat tangan atau salaman dulu.

“Cuci tangan sebelum megang hidup, mulut dan mata karena itu juga beresiko menjadi media penyebaran. Jadi intinya mari bareng- bareng tetap protokol kesehatan dengan mencuci tangan atau pakai hand sanitizer, jaga jarak dan pakai masker yang benar,” tandasnya. Wardoyo