JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Kapolda Jateng Ungkap Sepanjang 2020, 9.080 Kasus Kejahatan Terjadi di Jateng. Pencurian Turun Tapi Begal Jambret Rampok dan Uang Palsu Meroket!

Kapolda Jateng saat memimpin konferensi pers Rabu (30/12/2020). Foto/Humas Polda

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Angka kriminalitas di wilayah Jawa Tengah atau Jateng selama tahun 2020 mengalami penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian ada tiga tindak kriminal yang mengalami lonjakan selama masa pandemi covid-19.

Data yang diterima dari Polda Jateng Rabu (30/12/2020), sepanjang 2020 jumlah kasus kriminalitas di Jateng mencapai 9.080 kasus.

Angka itu turun sekitar 5,6% dari jumlah kejahatan yang terjadi pada 2019, yakni 9.615 kasus.

Dari kasus sebanyak itu, sekitar 6.013 kasus di antaranya merupakan kasus kejahatan yang menyebabkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baca Juga :  Vaksinasi Covid-19 Hari Pertama, 131 Warga Semarang Tak Datang, 18 Orang di Solo Dikeluarkan dari Daftar dan 18 Orang Ditunda!

Seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), narkoba, penipuan, dan perjudian.

“Kasus curat sepanjang 2020 di Jateng mencapai 1.592 kasus atau turun 7% dari tahun lalu, yakni 1.707 kasus. Sementara kasus curanmor juga mengalami penurunan dari 1.441 menjadi 1.267 kasus,” papar Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Lutfhi.

Meski demikian, ada tiga kasus kejahatan seperti tindak penyalahgunaan narkoba, pencurian dengan kekerasan (curas) mulai begal jambret atau rampok, dan peredaran uang palsu yang justru meningkat.

Baca Juga :  Pemuda Asal Kapung Ditemukan di Kubangan Bekas Galian C di Desa Mrisi Tanggungharjo Grobogan dalam Kondisi Tak Bernyawa

Sepanjang 2020, tercatat ada 1.642 kasus narkoba atau naik 20 dibanding 2019, yakni 1.372 kasus. Sementara kasus curas naik dari 181 kasus, menjadi 217 kasus atau naik 20%.

Pun demikian dengan kasus peredaran uang palsu yang mengalami kenaikan. Pada 2019 tercatat ada 14 kasus peredaran uang palsu yang ditangani Polda Jateng. Namun, jumlah itu naik 79% pada tahun 2020 menjadi 25 kasus. Wardoyo