JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kisah di Balik Tragedi Maut Siboto Yang Tewaskan 2 Polisi dan 1 TNI di Sragen. Warga Ungkap Sempat Ada Kilatan Cahaya dan Percikan Api saat Bangkai Mobil Patroli Dievakuasi dari Jembatan

Percikan api muncul dari bangkai mobil Patroli Polsek Kalijambe yang ringsek tergilas kereta, hendak diangkat untuk dievakuasi dari atas jembatan Kalioso, Kalijambe, Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kecelakaan maut yang melibatkan kereta api Brantas dan mobil Patroli Polsek Kalijambe di perlintasan kereta api di Dukuh Siboto, RT 11, Desa Kalimacan, Kalijambe, Sragen dan menewaskan 2 polisi serta 1 TNI, Minggu (13/12/2020) malam, menyisakan kisah lain.

Mobil patroli Strada Polsek Kalijambe Polres Sragen yang ditumpangi ketiga korban dan hancur digasak Kereta Api Brantas Relasi Pse-Blitar saat menyeberang perlintasan itu menguak cerita baru.

Belakangan terungkap, saat bangkai mobil dievakuasi dari atas jembatan, sempat muncul kilatan cahaya dan percikan api. Bahkan beberapa warga juga sempat mendengar suara keras dari arah mobil nahas tersebut.

Kesaksian itu diungkapkan Riyanto (28) salah satu warga yang sempat menyaksikan proses evakuasi bangkai mobil Strada pada Senin (14/12/2020) dinihari lalu pukul 03.00 WIB.

“Iya memang sempat mengeluarkan percikan api saat evakuasi bangkai mobil itu mau diangkat dari tengah jembatan. Waktu mobil mau diangkat ada suara keras brakkkk,” tuturnya.

Pantauan di lokasi, petugas terpaksa menggilas bangkai mobil yang ringsek dan sempat terseret 200 meter oleh KA Brantas itu.

Baca Juga :  Bencana di Mana-mana, Simak Imbauan Kewaspadaan dari Bupati Sragen dan Kepala BPBD untuk Warga dan Potensi Ancaman Bencana di Sragen!

Langkah itu terpaksa dilakukan karena tidak ada cara lain untuk mengangkat bangkai mobil yang sudah menyatu dengan jembatan.

Saat evakuasi itulah, percikan api mendadak muncul diduga gegara gesekan roda kereta api dengan body mobil yang ringsek tertahan di besi jembatan.

“Akibatnya lampu kereta api sempat padam dan kereta tetap berjalan ke arah selatan (Kalioso),” tutur Riyanto.

Setelah kereta melintas, bangkai mobil baru bisa dievakuasi sekitar pukul 04:30 WIB. Momen kilatan cahaya dan percikan api itu sempat diabadikan beberapa warga yang ada di lokasi.

Data yang dihimpun di lapangan, kecelakaan maut itu terjadi sekira pukul 23.05 WIB.

Menurut sejumlah saksi mata, kecelakaan bermula ketika mobil patroli yang ditumpangi dua polisi dan satu TNI Kalijambe itu melaju dari arah timur menuju ke Dukuh Siboto yang ada di seberang rel kereta api.

Nahas saat menyeberang rel dan mobil itu tepat di tengah perlintasan, mendadak dari arah utara melaju KA Brantas Relasi Pse-Blitar.

Baca Juga :  Hati-hati Pakai Cincin Gede, Tangan Pria Asal Gesi Sragen Ini Berubah Bengkak Mengerikan. Sampai Berobat Bidan, Pahlawannya Ternyata Malah Tim Pemadam Kebakaran

Karena jarak sangat dekat, kecelakaan pun tak terhindarkan. Kereta tanpa ampun menabrak mobil ketiga personel itu hingga terseret.

Mobil ringsek tak berbentuk sedangkan kedua anggota Polsek Kalijambe yang ada di dalam mobil dalam kondisi tewas terjepit. Mobil bahkan sampai terjepit di jembatan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari relawan di lokasi kejadian, tiga korban tewas itu masing-masing seorang personel TNI yang bertugas di Koramil Kalijambe yakni Pelda Eka Budi M (50), asal Dukuh Krikilan RT 8, Desa Krikilan, Kalijambe, Sragen.

Kemudian, dua polisi anggota Polsek Kalijambe yakni Aipda Samsul Hadi (57) warga Perum Gemolong, Kecamatan Gemolong, Sragen dan Bripka Slamet Mulyono (45) asal Solo.

Jenazah dua personel Polsek Kalijambe itu tewas mengenaskan terjepit bangkai mobil. Sedang jenazah Pelda Eka Budi terlempar dari mobil lalu jatuh ke sungai. Jenazah prajurit asal Krikilan, Kalijambe itu dibaru ditemukan dua hari kemudian di Kedung Cempluk, Dukuh Cengklik, Jetiskarangpung, Kalijambe. Wardoyo