JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Makin Mengganas, Sudah 279 Warga Karanganyar Meninggal Dunia Hingga Hari Ini. Jumlah Kasus Covid-19 Capai 2.690 Positif, 140 di Antaranya Gagal Terselamatkan

Prosesi pemakaman almarhumah dengan protokol covid-19. Foto/Beni

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus Corona virus atau covid-19 di Karanganyar terus mengalami kenaikan signifikan. Alih-alih mereda, jumlah penambahan kasus positif covid-19 di Bumi Intanpari justru makin melonjak.

Hingga Senin (28/12/2020) petang ini, jumlah kasus warga covid-19 di Bumi Intanpari sudah meroket mencapai 2.690 orang.

Tidak hanya itu, jumlah pasien suspek di Karanganyar juga terus menanjak dengan tren warga meninggal juga makin bertambah.

Fakta itu terungkap dari data update covid-19 yang dirilis oleh website resmi Pemkab Karanganyar di laman covid19.karanganyarkab.go.id.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis hingga Senin (28/12/2020) petang, jumlah kasus positif covid-19 sudah mencapai angka 2.690 orang.

Baca Juga :  Masih Parah, Hari Ini 63 Warga Sragen Positif Terpapar dan 8 Meninggal Dunia. Jumlah Kasus Meroket Jadi 3.625 Positif, Jumlah Warga Meninggal Melonjak Jadi 221

Dari jumlah kasus itu, 329 orang masih dirawat, 2.330 sembuh dan 140 meninggal dunia.

Kemudian untuk kategori suspek covid-19 juga bertambah mencapai angka 3.033 pasien.

Dari jumlah itu, 2896 orang dinyatakan selesai pantauan, 76 orang masih dirawat dan 61 orang meninggal dunia.

Sementara, Hingga hari ini jumlah warga yang meninggal dunia terkait covid-19 tercatat sudah melesat mencapai 279 orang.

Rinciannya ada 140 warga meninggal dengan status positif covid-19, 61 warga meninggal dengan status suspek covid-19 dan 78 warga meninggal dalam status probabel.

Baca Juga :  Perkembangan Terkini COVID-19 Sukoharjo, Pasien Meninggal Tambah 4 Orang Kasus Baru Melonjak 40 Hanya Dalam Sehari

Atas fakta itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan agar masyarakat menaati aturan dan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Juliyatmono, berbagai upaya juga terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Kita ingin lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Masyarakat jangan terlena seolah tidak terjadi apa-apa, kembali seperti tidak ada corona,” katanya. Wardoyo