JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Nggak Nyangka, di TPS Bupati Yuni Ternyata Coblosan Kotak Kosongnya Sebanyak Ini. Ada 67 Warga Yang Tidak Hadir Mencoblos!

Cabup Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi sang suami, dr Akbar Zulkifli Osman saat menggunakan hak pilihnya di TPS 14 Ndayu, Jurangjero, Karangmalang, Rabu (9/12/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Proses pemungutan suara Pilkada Sragen sudah kelar digelar Rabu (9/12/2020). Meski masih menunggu perhitungan resmi dari KPU, hasil hitung cepat dari sistem real count Pemkab sudah menunjukkan kemenangan paslon Yuni-Suroto dengan meyakinkan meraih 80,20 persen.

Meski demikian, suara kotak kosong ternyata juga tak bisa dikesampingkan begitu saja. Sebab dalam skala kabupaten, total suara coblosan yang memilih kotak kosong mencapai angka 106.600.

Tidak hanya itu, di TPS Cabup Yuni mencoblos yakni di TPS 14 Dukuh Ndayu, Jurangjero, Karangmalang pun juga masih diwarnai coblosan kotak kosong.

Bahkan dari laporan panitia KPPS setempat, dari total 421 DPT di TPS dekat kediaman mantan Bupati Untung Wiyono itu, suara kotak kosong tercatat mencapai 50 suara.

Sedangkan perolehan suara paslon Yuni-Suroto mencapai 300 suara dan 4 suara dinyatakan rusak.

Kemudian ada 67 warga yang tidak hadir mencoblos di TPS. Menyikapi hal itu, Bupati Yuni menganggap itu sebagai hal yang wajar.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Toko Gemolong Elektronik, Api Ternyata Muncul dari Kios Tambal Ban Supardi. Ratusan Barang Elektronik Hangus Terbakar

Berdasarkan perhitungan sementara desk pemilukada yang dilansir Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sragen di lamanhttp://pilbub.sragenkab.go.id, pasangan Yuni – Suroto meraup 431.802 suara atau sekitar 80,20 persen.

Sementara kolom kosong atau kotak kosong mendapatkan 106.600 suara atau 19,80 persen.

Hasil tersebut merupakan jumlah suara masuk dari seluruh TPS di Sragen yang berjumlah 2.271 TPS. Jumlah suara sah sebanyak 551.557 suara, sedangkan suara tidak sah sebanyak 13.441 suara.

Yuni yang kali ini berpasangan dengan Suroto, menyebut fakta 106.600 warga yang mencoblos kotak kosong itu sebagai sesuatu yang wajar.

Sebab menurutnya kotak kosong juga sah, jadi yang memilih kotak kosong mungkin merasa kepemimpinannya selama ini belum bisa memenuhi ekspektasi mereka.

“Wajar, karena mungkin saya belum bisa memenuhi ekspektasi mereka bisa menjadi alasan. Atau tidak menyenangi kepemimpinan perempuan itu juga bisa jadi faktor. Tapi itu semua harus kita hormati. Ada 20% hak milih itu (kotak kosong) wajar,” paparnya.

Baca Juga :  Berikut Daftar 70 Warga Sragen yang Positif dan Meninggal Dunia Hari Ini. Total Kasus Jadi 3.990, Pasien Sembuh 3.379 Orang, Tersebar di Banyak Kecamatan!

Yuni menyebut tidak ada yang mengejutkan dari angka pemilih kotak kosong. Sebaliknya ia mengaku sudah bersyukur dirinya bisa meraih 80 persen suara sesuai yang ditargetkan tim pemenangan.

“Alhamdulillah, terimakasih warga Sragen dan semua elemen yang sudah mendukung kami. Semoga kami bisa mewujudkan visi misi membawa Sragen lebih baik lagi,” tukasnya.

Yuni juga menyebut angka 20 persen kotak kosong itu sudah sesuai prediksinya. Sebab fenomena kotak kosong itu juga terjadi di wilayah-wilayah yang memang sejak awal sudah dalam prediksinya.

“Seperti di Kedawung tadi di Mojokerto, wilayah Kroyo, Sragen Kulon jadi sudah bisa di lihat ooh ternyata di sana memang ada tokohnya. Jadi sudah kita prediksi sejak awal,” tandasnya.

Sementara, Ketua Tim Pemenangan Yuni-Suroto, Untung Wibowo Sukowati juga menyikapi wajar angka 20 persen kotak kosong itu.

“Semua kita hargai. Yang penting kondusif dan Mbak Yuni bisa cepat bekerja,” tandasnya. Wardoyo