JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Oalah, Ternyata ini To Manfaat dan Tujuan Penyuluh Agama Islam Non PNS di Wonogiri Ikuti Short Course Dakwah Melalui Media Sosial

Short course penyuluh agama non PNS Kemenag Wonogiri. Foto : istimewa

IMG 20201201 WA0061
Short course penyuluh agama non PNS Kemenag Wonogiri. Foto : istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sedikitnya 220 penyuluh agama Islam non-PNS di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri mengikuti pembinaan short course dakwah melalui media sosial, Selasa (1/12/2020).

Pembinaan digelar di aula rumah makan Alami Sayang Ngadirojo. Kepala Kemenag Wonogiri, Cahyo Sukmana mengatakan, di era teknologi yang serba canggih ini penyuluh agama Islam non-PNS sebagai garda terdepan pembinaan umat diharapkan bisa memanfatkan media sosial sebagai media dakwah. Sehingga syiar Islam tidak hanya di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya.

“Apalagi di masa pandemi ini mengharuskan kegiatan pengajian atau majelis taklim di lakukan secara online. Maka para dai utamanya penyuluh agama Islam harus melakukan kreatifitas agar subtansi atau pesan dakwah bisa di terima umat,” kata dia.

Baca Juga :  Gegara Banyu Gendeng Warga Ponorogo Diancam Clurit Besar Selanjutnya Dikeroyok 3 Orang Hingga Terluka, Pelaku Sudah Minta Maaf Namun Proses Hukum Jalan Terus

Menurut dia, tantangan dakwah di era sekarang dan mendatang tidak mudah. Perkembangan tehnologi informasi mengharuskan pendakwah mengambil langkah-langkah kreatifitas dengan memanfaatkan media sosial WhatsApp, Facebook, Instagram, Youtube dan sebagainya, disertai menu dakwah yang humanis.

Adapun tujuan pembinaan penyuluh agama Islam berdakwah via media sosial itu meningkatkan keterampilan penyuluh dalam melaksanakan dakwah khususnya di daerah Wonogiri. Selain itu penyuluh agama Islam memiliki tanggungjawab moral dan sosial untuk membina masyarakat dari berbagai ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang merugikan aqidah, menggangu ibadah dan merusak akhlak.

Narasumber dari RSPD, Kikin dan Mami Eva Novayani memberi materi tentang public speaking. Yakni cara menyampaikan atau tehnik pidato di depan jamaah.

Baca Juga :  Derita PKL Persiapan Buka Lapak Pukul 17.00 Disuruh Tutup Pukul 19.00 WIB, Solusinya Bagaimana?Kalau Kebijakan Pemkab Wonogiri sih Seperti ini

Menurut mereka, dakwah harus disampaikan secara runtut dengan bahasa menarik. Seorang dai harus memahami kebutuhan umat, sehingga seorang juru dakwah perlu banyak membaca dan mencari referensi.

Berdakwah melalui media sosial juga membuat masyarakat akan selalu mengingat materi dakwah karena mereka dapat membuka aplikasi sosial media di manapun berada. Selain itu akan selalu muncul pemberitahuan terbaru tentang dakwah yang diikuti.

Penyuluh agama juga bisa menggunakan media audio atau radio untuk menyampaikan tausiyahnya. Jika keberadaan radio di era sekarang terlihat terpinggirkan, maka diperlukan inovasi menyampaikan dakwah agar bisa menarik dan diminati oleh pendengar. Aria