JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Heboh Surat Telegram Kapolri soal Pembubaran Ormas Jadi Viral, Sekretaris FPI: Substansi Tak Benar

Sekretaris Umum FPI Munarman saat ditemui di kantor Dewan Pimpinan Pusat FPI, Petamburan, Jakarta Barat, pada Senin (11/11/2019) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Beredarnya surat telegram Kapolri yang menyinggung mengenai pembubaran dan pelarangan aktivitas Front Pembela Islam (FPI) memantik reaksi dari Sekretaris FPI, Munarman.

Lewat pesan singkatnya, Kamis (24/12/2020), isi dalam surat telegram tersebut tidak benar.

Sebagaimana diketahui, dalam surat itu disebut juga lima organisasi lain, yaitu Hizbut Tahrir Indonesia, Aliansi Nasional Anti Syiah, Jamaah Ansarut Tauhit, Majelis Mujahidin Indonesia, Forum Umat Islam.

Dalam STR/965/XI/IPP.3.1.6/2020 disebutkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu) mengenai pembubaran ormas.

Baca Juga :  Listyo Sigit Sowani 5 Eks Kapolri dan Ketum Parpol Sebelum Fit and Proper Test

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono belum memberikan konfirmasi soal kebenaran surat ini.

“Belum monitor,” kata dia melalui pesan singkat, Kamis (24/12/2020).

Munarman mengatakan, kalau substansi yang ada dalam telegram itu benar, itu adalah substansi yang tidak benar.

Munarman mengatakan tidak ada Peraturan Pengganti Undang-Undang yang berjudul Perpu tentang pembubaran Ormas.

Dia mengatakan yang ada adalah Perpu Nomor 2 Tahun 2017 yang telah diubah menjadi UU Nomor 16 Tahun 2017 yang merupakan perubahan atas UU tentang Ormas.

Baca Juga :  Gempa Sulawesi Barat Tewaskan 84 Orang

Menurut Munarman, peraturan yang berbentuk Perpu atau UU tidak akan menyebutkan subyek yang diatur dalam pasal-pasal di dalamnya.

“Jadi bila telegram itu benar ada, maka bisa dipastikan bahwa isi telegram adalah tidak benar dan melanggar sistem hukum yang berlaku di Indonesia,” kata dia.

“Pengirim telegram harus membuktikan dulu pasal berapa dalam perpu yang menyebutkan nama-nama ormas yang dilarang tersebut dan nomor berapa yang dimaksud oleh pembuat telegram,” kata Munarman.

www.tempo.co