JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tambah 27 Warga Positif, Kasus Covid-19 Karanganyar Terus Melejit Tembus 2.094 Kasus Hari Ini. Total Sudah 220 Warga Meninggal Dunia

Ilustrasi pemakaman protokol covid-19 di Sragen. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Karanganyar terus menunjukkan tren peningkatan memprihatinkan.

Hingga Minggu (13/12/2020) siang ini, jumlah kasus warga covid-19 di Bumi Intanpari sudah meroket mencapai 2.094 orang. Jumlah ini mengalami tambahan 27 kasus baru dalam sehari terakhir.

Tidak hanya itu, jumlah pasien suspek di Karanganyar juga terus menanjak dengan tren warga meninggal juga makin bertambah.

Fakta itu terungkap dari data update covid-19 yang dirilis oleh website resmi Pemkab Karanganyar di laman covid19.karanganyarkab.go.id.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis hingga Minggu (13/12/2020) petang, jumlah kasus positif covid-19 sudah mencapai angka 2.094 orang.

Baca Juga :  Catat, 17 Investor Asing Diam-Diam Tanam Investasi di Karanganyar Senilai Rp 195 Miliar

Dari jumlah kasus itu, 550 orang masih dirawat, 1445 sembuh dan 99 meninggal dunia.

Kemudian untuk kategori suspek covid-19 juga bertambah mencapai angka 2.845 pasien.

Dari jumlah itu, 2697 orang dinyatakan selesai pantauan, 87 orang masih dirawat dan 61 orang meninggal dunia.

Sementara, hingga hari ini jumlah warga yang meninggal dunia terkait covid-19 tercatat sudah melesat mencapai 220 orang.

Rinciannya ada 99 warga meninggal dengan status positif covid-19, 61 warga meninggal dengan status suspek covid-19 dan 60 warga meninggal dalam status probabel.

Baca Juga :  Fakta Miris, Pengakuan Warga Positif Terpapar Covid-19 di Wukir Sawit Karanganyar. Sudah Swab Sendiri Rp 260.000, Isolasi Mandiri di Rumah Tanpa Penanganan hingga Bingung Mengetahui Apakah Sudah Sembuh atau Belum!

Atas fakta itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan agar masyarakat menaati aturan dan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Juliyatmono, berbagai upaya juga terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Kita ingin lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Masyarakat jangan terlena seolah tidak terjadi apa-apa, kembali seperti tidak ada corona,” katanya. Wardoyo