JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Wilayah Sumba Tengah Diguncang Gempa Magnitudo 5,0 Tepat di Hari Natal

Ilustrasi gempa. Foto: pixabay.com

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Hari Natal di wilayah Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur diwarnai dengan adanya gempa tektonik bermagnitudo 5,0 pada Jumat (25/12/2020).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat kejadian gempa itu pada pukul 18.40 WIB. Kekuatan guncangan gempa dilaporkan membuat warga berlarian ke luar rumah.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, guncangan gempa itu dirasakan cukup kuat di Waingapu, Waibakul, Labuan Bajo, dan Tambolaka dalam skala intensitas III-IV MMI.

Getaran gempa terasa seperti ada truk yang berlalu hingga bisa memecahkan gerabah, dan membuat jendela, pintu berderik serta dinding berbunyi.

Baca Juga :  Casing dan Baterai Black Box Sriwijaya Air Ditemukan, Tapi Memori Belum

Sementara itu di daerah Bima dan Ruteng, guncangan dirasakan dalam skala intensitas III MMI. Meskipun guncangannya cukup kuat, kata Daryono, sejauh ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

Pusat sumber gempa itu berada pada koordinat 9,22 LS dan 119,74 BT.

“Tepatnya di laut pada jarak 47 kilometer arah timur laut Kota Waibakul, Sumba Tengah,” katanya lewat keterangan tertulis, Jumat, 25 Desember 2020.

Sumber lindu berkedalaman 29 kilometer. Menurut Daryono, pemicu gempa ini bukan dari aktivitas subduksi lempeng di zona megathrust atau gempa besar.

Baca Juga :  Indosat dan Commonwealth Bank Tak Bertanggung Jawab, Ilham Bintang Gugat Rp 100 M. Hakim Sarankan Tempuh Jalan Damai

“Tetapi akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut utara Pulau Sumba,” ujar dia.

Gempa yang terjadi bermekanisme oblique, yaitu kombinasi pergerakan turun dan mendatar yang berarah relatif utara – selatan. Wilayah Sumba termasuk kawasan aktif gempa karena wilayahnya yang berdampingan dengan sumber gempa Megathrust Sumba dan berdekatan dengan jalur sesar aktif.

Menurut Daryono, strategi mitigasi yang harus dilakukan oleh masyarakat adalah pentingnya membangun bangunan tahan gempa atau bangunan rumah berbahan ringan dari kayu dan bambu, serta memahami cara selamat saat terjadi gempa.

www.tempo.co