JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

50 Warga Soloraya Korban Gempa Mamuju Sulbar Dipulangkan

ebanyak 50 warga Solo Raya korban musibah gempa di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat pulang dan tiba di Bandara Adi Soemarmo Solo, Kamis (21/1/2021). Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sebanyak 50 warga Solo Raya korban musibah gempa di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat pulang dan tiba di Bandara Adi Soemarmo Solo, Kamis (21/1/2021). Bersama mereka juga turut dipulangkan dua warga Magelang, serta dua warga Demak.

Danlanud Adi Soemarmo, Kolonel Nav I Nyoman Suadnyana mengatakan, selain 54 warga Jawa Tengah dari Mamuju dan Majene yang diturunkan dari Pesawat Hercules dengan nomor penerbangan A-1330 tersebut, juga dipulangkan sebanyak 48 warga Jawa Timur yang diturunkan di Bandara Abdurrahman Saleh, Malang, Jawa Timur.

“Sebelum dan sesudah naik pesawat, mereka dites antigen. Untuk memastikan mereka aman. Mereka diberangkatkan dari Makasar, Sulsel dan tiba di Bandara Adi Soemarmo sekitar pukul 10.30 WIB,” ujarnya.

Baca Juga :  375 Personel gabungan TNI-Polri dan Satpol PP Siap Amankan Pelantikan Gibran-Teguh

Setelah tiba di Bandara, para pengungsi kemudian dikirim ke Solo Techno Park (STP) sebagai lokasi transit sementara. Setelah dilakukan koordinasi, mereka akan difasilitasi untuk kembali ke rumah keluarganya di Solo masing-masing.

Kepala Dinas Sosial Jateng, Harso Susilo menambahkan, masih ada 14 korban gempa lainnya yang merupakan warga Jateng dan terpaksa ditinggal di Makasar. Hal itu karena saat dilakukan tes antigen, menunjukkan hasil reaktif.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk memfasilitasi saudara kita korban gempa di Mamuju dan Majene. Selain yang ada saat ini, masih ada 14 orang lain yang terpaksa ditinggal di Makassar karena diketahui hasil tes antigennya positif,” tukasnya.

Baca Juga :  Anda ke Solo? Belum Afdol Kalau Tak Mencicipi Wedang Asle

‌Sementara itu, salah satu pengungsi, Sukoyo (49) mengaku tenang dapat pulang ke kampung halamannya. Namun wrga Karanganyar tersebut tetap memiliki keinginan untuk kembali ke Mamuju jika kondisi disana mulai stabil.

“Kita ada saudara di sana (Mamuju). Jadi nanti dikomunikasikan kalau disana sudah kondusif nanti kembali lagi ke sana. Untuk sementara pulang kampung dulu biar tenang. Sampai semua terkendali,” tuturnya. Prihatsari