JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Akan Terapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Rudy Optimis Solo Mampu

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo. Foto Ilsutrasi. Foto:Triawati PP

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo memastikan Kota Solo akan mengikuti instruksi Presiden dengan menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang sebelumnya disebut pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Untuk mempersiapkan PPKM yang akan diterapkan mulai tanggal 11 Januari hingga 25 Januari 2021 tersebut, pihaknya bersama stakeholder terkait akan menggelar rapat koordinasi, Jumat (8/1/2021) malam.

Namun demikian, Rudy optimis Kota Solo mampu melewati proses PPKM karena sebelumnya telah dilakukan saat pemerlakuan kejadian luar biasa (KLB) covid-19 pertengahan Maret 2020 lali.

Baca Juga :  Jadi Orang Pertama di Solo yang Vaksinasi Covid-19, Kapolresta: Tidak Terasa dan Kondisi Saya Saat ini, Sangat Sehat dan Sangat Bugar

“Mudah-mudahan mampu. Karena kan kita sudah pernah melaksanakannya sebelumnya. Ya kalau ada dampak perekonomian, itu konsekuensinya,” ujarnya, Kamis (7/1/2021).

Terkait hal ini, Rudy menekankan kebijakan pasti yang wajib ditaati oleh seluruh masyarakat adalah peniadaan seluruh kegiatan masyarakat, kecuali penanganan covid-19. Dalam hal ini, Pemkot bakal melarang penyelenggaraan semua jenis kegiatan masyarakat termasuk hajatan.

Kemudian jam operasional pasar modern serta ritel di atasi hingga pukul 19.00 WIB. Sedangkan pasar tradisional tetap diperbolehkan beroperasi dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Sedangkan 75 persen aparatur sipil negara (ASN) akan menerapkan work from home (WFH).

Baca Juga :  Sidang Praperadilan Kasus Koboy Penembak Mobil Alphard: Pengacara Tersangka Pertanyakan Sangkaan Pasal Percobaan Pembunuhan, Ini Jawaban Polisi

“Selama ini kan ASN sudah total masuk kerja. Sebelumnya juga sempat WFH. Maka kalau PPKM diterapkan, WFH lagi. Tapi ingat, WFH bukan liburan. Kalau ada ASN keluyuran saat WFH, akan langsung ditindak,” tegasnya.

Rudy juga memastikan pelayanan bagi publik tetap akan dibuka meski PPKM diterapkan. Sedangkan sarana umim juga tetap akan dibuka denngan pemerlakuan setengah kapasitas.

“Manahan tetap dibuka, separo kapasitas nanti,” tukasnya. Prihatsari