JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

BPBD DIY Pastikan Kondisi Merapi, Pengungsi Belum Akan Dipulangkan

Para pengungsi Merapi kembali ke Barak Pengungsian Glagaharjo setelah beraktivitas di rumah Kalitengah Lor. Foto diambil 2 Januari 2021 / tribunnews

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sampai dengan saat ini, warga pengungsi di sekitar Gunung Merapi belum diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

Pasalnya, sejauh itu,  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum mengeluarkan kebijakan pemulangan pengungsi tersebut sebelum mendapat kepastian kondisi Gunung Merapi.

Demikian dikatakan oleh Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana ketika merespons hasil penelitian BPPTKG Yogyakarta terkait potensi erupsi efusif.

Menurut Biwara, pihaknya akan memantau terlebih dulu perkembangan aktivitas Merapi, setelah itu akan segera memutuskan membuat kebijakan selanjutnya.

Baca Juga :  46.000 Lansia di Yogyakarta Potensial Jadi Sasaran Vaksinasi Covid-19

“Kita akan lihat tiga sampai empat hari kedepan untuk update perkembangan Merapi, baru nanti akan dibahas tentang kelanjutan keberadaan warga masyarakat rentan yang berada di Glagaharjo,” kata Biwara saat dihubungi Tribun Jogja, Sabtu (16/1/2021).

Pada hari ini BPPTKG melihat kembali ada perubahan potensi arah bahaya ke sektor selatan hingga barat daya, yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih, dengan jauh maksimal lima kilometer.

Hal itu membuat 328 pengungsi masih diminta untuk tetap bertahan di barak pengungsian Glagaharjo.

Baca Juga :  Resmikan Operasionalisasi KRL, Jokowi: KRL Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Solo-Yogya

Data itu  diambil per 5 Januari 2021 lalu.

Biwara menambahkan, jika selama ini terdapat beberapa kendala di barak pengungsian. Namun untuk logistik dan kebutuhan lainnya untuk pengungsi masih bisa tercukupi.

“Mereka pada jenuh karena sudah cukup lama di pengungsian. Namun pengungsi di Glagaharjo termasuk tertib dan mengikuti kebijakan Komando PDB Gunung Merapi Sleman, untuk tetap di barak,” pungkasnya.

Biasanya untuk mengurangi kejenuhan, relawan di barak pengungsian bekerja sama dengan lembaga lain untuk mengadakan sebuah kegiatan.

www.tribunnews.com