JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Budiman Sudjatmiko Ditunjuk Jadi Komisaris PTPN V, Ini Yang Akan Dilakukan

Politisi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko (tengah) menyampaikan orasi politik saat kampanye pasangan calon bupati-wakil bupati Ponorogo Amin-Agus Widodo di Alun-alun Ponorogo, Jawa Timur (29/11/2015) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Mantan aktivis 1998 dan politikus PDIP, Budiman Sudjatmiko dilantik sebagai Komisaris Independen PT Perkebunan Nusantara V, Jumat (22/1/2021).

Budiman mengaku tak langsung menyetujui tawaran itu lantaran sempat berpikir tentang program-program yang akan dijalankan perusahaan pada masa mendatang.

Sebagai komisaris, Budiman menolak menjadi pejabat perusahaan yang tidak memiliki target.

“Saya enggak mau sekadar nongkrong-nongkrong gabut. Saya bukan komisaris seperti itu,” tutur Budiman saat dihubungi Tempo pada Jumat (22/1/2021).

Budiman pun baru menerima tawaran setelah tahu bahwa program-program yang dimiliki perusahaan berhubungan dengan pengembangan koperasi desa, BUMDes, hingga penguatan sumber daya manusia.

Dia menyatakan program itu sejalan dengan proyek-proyek yang tengah digarap dalam beberapa tahun terkhir.

Belakangan, Budiman berfokus merintis koperasi hingga BUMDes yang bergerak di bidang penguatan data pangan hingga energi baru terbarukan.

Budiman menilai konsep pengembangan koperasi di desa-desa berbasis data dan teknologi bisa ia integrasikan dengan PTPN V yang bergerak di sektor perkebunan.

Baca Juga :  IDI Masih Pertanyakan Vaksin Nusantara Buatan eks Menkes Terawan, Ini Masalahnya

“Kami ingin membangun perkebunan rakyat dan mendorong inovasi yang berkaitan dengan keanekaragaman hayati di perkebunan itu,” tutur dia.

Budiman juga ingin mengoptimalkan riset-riset tentang berbagai macam tanaman dan manfaatnya serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pelbagai program perseroan.

Dengan demikian, hasil penelitian tersebut bisa langsung dirasakan oleh warga yang tinggal di sekitar perusahaan.

Di sisi lain, Budiman juga akan berfokus pada peningkatan pendapatan perusahaan.

“Kami ingin meningkatkan revenue dengan menciptakan pertanian yang ramah lingkungan, ramah rakyat, dan pertanian yang siap dengan kapasitas teknologi,” tuturnya.

Pada 21 Februari 2020 lalu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan adanya sejumlah nama kader partai politik di jajaran dewan komisaris perusahaan pelat merah dipastikan beralasan dan tidak menyalahi peraturan.

Dia menegaskan bahwa penunjukan pejabat di BUMN memiliki dasar yang kuat dan bertujuan memajukan perusahaan pelat merah.

 

Agustus 2020 lalu, anggota Ombudsman Alamsyah Saragih mengatakan lembaganya menyarankan agar Jokowi memerintahkan Erick Thohir untuk melakukan perbaikan terhadap Peraturan Menteri BUMN.

Baca Juga :  KPK Dakwa 2 Pengusaha Suap Juliari Batubara Rp 3,2 Miliar Untuk Dapat Proyek Bansos Covid-19

Sekurang-kurangnya Permen itu harus mengatur secara lebih jelas mengenai penetapan kriteria calon komisaris, sumber bakal calon, tata cara penilaian dan penetapan, mekanisme serta hak dan kewajiban komisaris di BUMN dan akuntabilitas kinerja para komisaris BUMN.

Adapun sebelumnya pengamat BUMN dari Universitas Indonesia Toto Pranoto mengatakan penempatan komisaris dengan latar belakang afiliasi politik merupakan hal yang tidak terhindarkan.

Sebab, secara realistis, ia melihat BUMN hidup di dalam lingkungan dengan para pemangku kepentingan yang berupaya menanamkan pengaruhnya.

Budiman ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Perkebunan Nusantara V oleh Erick Thohir. Pengangkatan Budiman diumumkan secara resmi melalui media sosial milik PTPN V.

“Selamat dan sukses kepada Bapak Budiman Sudjatmiko atas pengangkatan sebagai Komisaris Independen PT Perkebunan Nusantara V,” tulis manajemen perseroan dalam akun Instagram resmi @ptpnusalima, Jumat (22/1/2021).

www.tempo.co