JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Bupati Sleman Terinfeksi Virus Corona Meski Sudah Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Kata IDI: Belum Terbentuk Antibodi

Ilustrasi vaksinasi. Foto: Pexels.com

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Sleman Sri Purnomo mengumumkan bahwa dirinya dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Padahal, seminggu sebelumnya Sri Purnomo telah mendapat suntikan vaksin Covid-19.

Menyikapi hal tersebut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan penjelasan soal penyebab seseorang yang meski telah menjalani vaksinasi tetap bisa terinfeksi Covid-19. Menurut IDI, hal tersebut dimungkinkan lantaran belum terbentuk antibodi.

Disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng M Faqih, antibodi seseorang baru terbentuk maksimal dalam melawan virus corona setelah mendapatkan dua kali suntikan vaksin.

“Pakar ahli vaksin mengatakan bahwa awal terbentuk antibodi yaitu 14 hari setelah suntikan kedua,” ujar Daeng saat mengisi konferensi virtual BBC Media Action bertema ‘Vaksinasi Covid-19, Perubahan Perilaku dan Diseminasi Informasi’, pada Jumat (22/1/2021).

Bahkan, pemeriksaan dan penelitian menyebutkan, antibodi baru akan bekerja maksimal pada tiga bulan setelah penyuntikan kedua. Artinya, lanjut Daeng, kalau seseorang baru disuntik vaksin sekali, sel tubuh masih dalam proses penyiapan dan masih memungkinkan terinfeksi saat itu.

Baca Juga :  Tambah 50 Warga Positif, Jumlah Kasus Positif Covid-19 Sragen Meroket Lagi Lampaui 5.000 Kasus. Total Kasus Jadi 5.004, 4.614 Sembuh dan 300 Meninggal

“Jadi, hati-hati kalaupun sudah divaksin, apalagi baru disuntik sekali atau baru saja selesai disuntik yang kedua. Jangan mentang-mentang merasa sudah terlindungi, padahal belum terbentuk antibodi,” ujarnya.

Masa Inkubasi

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, vaksin Sinovac adalah vaksin berisi virus mati (inactivated virus).

“Jadi, hampir tidak mungkin menyebabkan seseorang terinfeksi. Jika melihat sequence waktunya, sangat mungkin pada saat Bupati divaksin, beliau dalam masa inkubasi, yaitu sudah terpapar virus, tapi belum bergejala,” ujarnya.

Dikatakannya, secara alamiah, waktu antara paparan dan munculnya gejala atau load virus sedang tinggi adalah sekitar lima hingga enam hari. Artinya, ini jadi waktu yang pas karena Bupati Sleman mendapat suntikan vaksin pada 14 Januari 2021, sementara hasil swab PCR menyatakan positif tanggal 20 Januari.

Namun, dia menambahkan, kejadian ini tentu tetap dilaporkan sebagai Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI). Dia mengatakan, vaksinasi Covid-19 memang membutuhkan dua kali dosis penyuntikan, sebab sistem imun perlu waktu lewat paparan yang lebih lama untuk mengetahui bagaimana cara efektif melawan virus.

Baca Juga :  2 Nakes Meninggal Pasca Jalani Vaksinasi Covid-19, Ini Pesan Kemenkes

Adapun suntikan pertama dilakukan untuk memicu respons kekebalan awal. Kemudian, dilanjutkan suntikan kedua untuk menguatkan respons imun yang telah terbentuk.

“Hal ini memicu respons antibodi yang lebih cepat dan lebih efektif di masa mendatang,” kata perempuan yang juga menjabat juru bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes ini.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Sleman, Sri Purnomo mengabarkan dirinya positif Covid-19 melalui sebuah tayangan video yang dibagikan Pemerintah Kabupaten Sleman pada Kamis (21/1/2021).

Tepat seminggu sebelumnya, yakni Kamis pekan lalu tanggal 14 Januari 2021, Sri Purnomo termasuk dalam daftar penerima vaksin Covid-19 tahap pertama bersama sejumlah pejabat kabupaten.

Sri Purnomo pun menegaskan bahwa dirinya tidak mengalami maupun menunjukkan gejala sakit. Hanya saja diakuinya, sempat batuk-batuk dan suhu badan naik hingga 37,6 derajat, pada Selasa (19/1/2021). Saat ini, Sri Purnomo memilih menjalani isolasi secara mandiri di rumah dinasnya.

www.republika.co.id