JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Bupati Sleman Umumkan Dirinya Positif Covid-19, Padahal Sudah Disuntik Vaksin. Sri Purnomo: Vaksin Bukan Obat, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Bupati Sleman Sri Purnomo (tengah) dan pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PDHI) Sleman di sela peresmian krematorium Madurejo Prambanan, pada 13 Oktober 2020. Foto: Dok Pemda Sleman via Tempo.co

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Sleman Sri Purnomo, mengumumkan bahwa dirinya terkonfirmasi positif Covid-19. Padahal sepekan sebelumnya sudah disuntik vaksin Covid-19 tahap pertama.

Sri Purnomo mengabarkan dirinya positif Covid-19 melalui sebuah tayangan video yang dibagikan Pemerintah Kabupaten Sleman pada Kamis (21/1/2021).

Tepat seminggu sebelumnya, yakni Kamis pekan lalu tanggal 14 Januari 2021, Sri Purnomo termasuk dalam daftar penerima vaksin Covid-19 tahap pertama bersama sejumlah pejabat kabupaten.

Sri Purnomo pun memaparkan kronologi hingga dirinya dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

“Sebelumnya, Rabu 20 Januari 2021 saya menjalani tes swab antigen yang mana hasilnya dinyatakan positif. Kemudian dilanjutkan dengan tes swab PCR, di mana hasil yang saya terima pagi ini dinyatakan positif,” ujar Sri Purnomo.

Baca Juga :  6 Orang Positif Covid-19, Seluruh Anggota DPRD Solo Dijadwalkan Swab Massal

“Kemudian, siang ini pukul 13.00 WIB, saya ke rumah sakit untuk melakukan rontgen thorax dan juga CT Scan thorax dan alhamdulillah hasilnya bagus dan paru-paru saya bersih,” lanjutnya.

Sri Purnomo pun menegaskan bahwa dirinya tidak mengalami maupun menunjukkan gejala sakit. Hanya saja diakuinya, sempat batuk-batuk dan suhu badan naik hingga 37,6 derajat, pada Selasa (19/1/2021).

Kini, Sri Purnomo memilih menjalani isolasi secara mandiri di rumah dinasnya. “Saya saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumah dinas dan tidak di rumah sakit dikarenakan kondisi badan saya tidak menunjukkan gejala apapun,” ujar dia.

Selain dirinya, anggota keluarga maupun staf di lingkungan rumah dinas juga telah menjalani tes swab antigen dan hasilnya negatif.

Baca Juga :  Mengapa Terjadi Hujan Es di Yogyakarta, Ini Penjelasan BMKG

Terkait dirinya yang telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 seminggu sebelumnya, Sri Purnomo menegaskan bahwa vaksin tersebut bukanlah obat.

“Saya ingatkan vaksin bukanlah sebuah obat. Vaksin hanya mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit Covid-19 agar terhindar dari tertular maupun kemungkinan sakit berat,” kata dia menjelaskan.

Terakhir, Sri Purnomo mengimbau kepada masyarakat agar tetap patuh menjalankan protokol kesehatan meskipun kini telah ada vaksin untuk Covid-19.

“Saya mengimbau bahwa perlindungan yang diberikan vaksin Covid-19, tetap perlu diikuti dengan kepatuhan menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin memakai masker, cuci tangan pakai sabun serta jaga jarak dan hindari kerumunan,” pungkasnya.

www.tempo.co