JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Catat, 4 Rekanan Sudah Masukkan Dokumen untuk Lelang Proyek Miliaran di Karanganyar. Salah Satunya Gedung MPP

Ilustrasi pengerjaan proyek jalan. Foto/Dok JSNews

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM
Sebanyak 4 rekanan dilaporkan telah menyerahkan dokumen kepada Unit Layanan Pengadaan (ULP) dalam pengadaan barang dan jasa tahun 2021.

Empat rekanan tersebut masing-masing 2 dokumen penawaran untuk pengadaan barang dan jasa DPU PR, pembangunan gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) serta pengadaan barang dan jasa lainnya serta konstruksi interior Perpustakaan dan Arsip Daerah yang telah diproses dengan nilai proyek sebesar Rp 900 juta.

“Sudah tayang dan masuk dalam tahapan proses penawaran,” kata Kepala ULP Setda Karanganyar, Sunarto Kamis (21/01/2021).

Baca Juga :  Menpan-RB Rilis 38 Kabupaten Kota di Indonesia yang Siap Bangun Mall Pelayanan Publik di 2021. Ada Nama Karanganyar dan Blora, Sragen Malah Tak Masuk!

Menurut Sunarto, untuk tahun anggaran 2021, sesuai engan intsruksi bupati, pihakanya telah mengeluarkan surat terkait pelaksanaan pekerjaaan di masing-masing Organisasi perangkat Daerah (OPD).

Surat pertama, Sunarto menjelaskan agar masing-masing OPD diminta untuk segera membuat rancangan umum pengadaan di masing-masing OPD.

Rancangan umum pengadaan tersebut diserahkan paling lambat pada tangggal 31 Januari 2021 mendatang. Surat kedua soal invetarsisasi jenis pekejaan, pengadaan barang, konstruksi atau jasa lainnya serta surat ketiga terkait dengan penyampaian informasi syarat tender.

Baca Juga :  Astagfirullah, 681 Warga Karanganyar Meninggal Dunia Akibat Terpapar Covid-19. Sudah 5.946 Warga Terjangkit, Ada Satu Desa Masih Berstatus Zona Merah!

“Kita harapkan pada akhir bulan Januari telah selesai. Ini untuk menghindari penumpukan pekerjaaan di akhir tahun anggaran,” ujarnya.

Ditambahkannya, untuk konstruksi, diharapkan pada bulan Mei 2021 sudah ada kontrak kerja dengan rekanan pemenang lelang. Hal ini untuk mengantisipasi kendala teknis saat pelaksanaan.

“Tidak seperti tahun kemarin proses lelang menumpuk di bulan Juli-Agustus. Waktunya sangat mepet. Jika ada tender ulang, maka jadwal pekerjaan harus diulang dan ini berdampak pada pekerjaaan yang menumpuk,” pungkasnya. Wardoyo