JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Geger Jatah Bantuan PKH di Tanon Sragen Menguap Misterius Rp 100.000 hingga Rp 200.000 di Rekening Penerima. Dinas Langsung Terjun Mengusut, Pemdes Sesalkan Keteledoran Pihak Bank!

Kabid Dinsos Sragen dan Kades Tanon saat mengklarifikasi penerima bantuan PKH di Desa Tanon yang mengadukan hilangnya yang bantuan di rekening mereka. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Tanon, Kecamatan Tanon, Sragen geger. Pasalnya jatah uang bantuan yang ditransfer ke rekening mereka mendadak berkurang tak seperti biasanya.

Tercatat ada puluhan penerima bantuan PKH di desa itu yang mengadu bantuan uang yang masuk di rekening tak sesuai jatah.

Ada yang berkurang Rp 100.000, Rp 150.000 hingga Rp 200.000. Kasus hilangnya uang bantuan secara misterius itu terjadi di beberapa dukuh.

Salah satunya dialami Dwi Siswanto warga RT 2 Dukuh Tanon. Ia nekat mendatangi Balai Desa Tanon untuk mencari kejelasan. Pasalnya istrinya, Samroh, hanya mendapatkan bantuan sebesar Rp 500.000 dari ketua kelompok.

Padahal harusnya jatah yang ia terima Rp 600.000 per tiga bulan. Bantuan itu merupakan jatah pencairan bulan Januari 2021. Sesuai transferan di rekening, juga tertera Rp 600.000

“Saya curiga, akhirnya sama istri, saya cetak buku tabungan. Istri saya dapatnya bantuan PKH Rp 600.00 per tiga bulan. Padahal di buku tabungan Rp 600.000 tapi yang diterima 500.000,” paparnya kepada wartawan.

Sutrini salah ketua kelompok penerima PKH mengaku hanya memberikan uang tersebut kepada penerima.

Dia hanya menerima uang tersebut di dalam amplop yang diberikan oleh agen BNI.

Baca Juga :  Tragis, Manggul Padi di Tengah Hujan, Buruh Tleser asal Sumberlawang Sragen Tewas Mengenaskan Tersambar Petir. Korban Sempat Terpental, Tubuhnya Terbakar

“Saya tidak tahu jika ada kehilangan ini, saya hanya menerima amplop dari agen BNI dan saya bagikan ke penerima manfaat. Kemarin ada yang lapor bahwa tidak sesuai dengan jumlah semestinya akhirnya di print buku tabungan muncullah sudah ditarik Rp 100.000,” katanya kepada wartawan.

Terpisah, Kasi Pelayanan Pemdes Tanon, Dawam menyampaikan memang ada aduan dari beberapa warga penerima PKH di desanya. Bahwa mereka kaget karena jatah bantuan yang diterima tidak sesuai alokasi.

Ada yang berkurang Rp 100.000 hingga Rp 200.000. Menurutnya, Pemdes tidak tahu menahu karena pencairan bantuan PKH sepenuhnya langsung ke rekening dan ditangani oleh kelompok serta BNI sebagai bank yang ditunjuk.

“Ya memang ada keluhan seperti itu. Tapi desa sama sekali tidak tahu menahu. Kemarin Bu Kabid dari Dinsos juga terjun langsung ke lapangan untuk mengklarifikasi. Ternyata memang ada kesalahan pencairan dari BNI-nya,” terangnya, Rabu (27/1/2021).

Atas kondisi itu, Dawam menyesalkan adanya keteledoran dari pihak BNI dalam mencairkan bantuan PKH. Menurutnya hal itu turut berimbas merugikan Pemdes lantaran jadi sasaran komplain warga.

“Kami menyayangkan kinerja BNI yang tak profesional dalam pencairan bantuan PKH ini. Lha ini untung saja ada yang mengecek ke rekening. Kalau tidak kan nggak ada yang tahu kalau jatahnya ternyata berkurang, ” terangnya.

Baca Juga :  Awas, Yang Sudah Disuntik Vaksin Bukan Berarti Otomatis Bebas dari Virus Covid-19. Bupati Sragen Sebut Jangan Merasa Sudah Kebal Lalu Abai Prokes!

Ia juga berharap ada updating atau pembaruan data penerima PKH. Sebab realita di lapangan, ada penerima PKH yang sebenarnya secara ekonomi sudah mampu dan tak lagi layak menerima.

Hal itu juga riskan memicu polemik dan kecemburuan sosial di masyarakat. Di desanya, total ada 242 penerima PKH yang terbagi dalam 7 kelompok.

“Harapan kami pemerintah bisa melakukan pembaruan data secara berkala entah 6 bulan atau maksimal 1 tahun sekali. Biar yang sudah layak bisa dihentikan, kalau ada yang layak bisa disusulkan,” tandasnya.

Kepala Desa Tanon, Luqman Hakim mengatakan memang telah mendapatkan laporan tersebut. Sebagai tindak lanjut, ia juga langsung menyambangi para pendamping PKH dan perwakilan warga untuk mencari duduk perkara dan masalahnya.

Kades mengaku tidak tahu menahu karena persoalan PKH sudah ada tim-nya tersendiri. Soal jumlah pasti uang yang hilang di penerima PKH, belum diketahui secara detail karena hanya sebagian yang melapor.

“Sudah mendapatkan laporan, akan kami telusuri laporan tersebut. Semoga segera bisa terselesaikan,” katanya. Wardoyo