JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Jenazah Suyanto-Riyanto, Korban Pesawat Sriwijaya Air asal Sragen Belum Juga Ditemukan. Kondisi Psikis Kedua Orangtuanya Mulai Berubah Begini!

Foto kenangan Suyanto dan anak istri (kanan) serta adiknya Riyanto (kiri), kakak beradik asal Katelan, Tangen, Sragen yang menjadi korban pesawat Sriwijaya Air. Foto kolase / Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Hingga hari keenam pencarian, jenazah kakak beradik korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 asal Tangen, Sragen, Suyanto (40) dan Riyanto (32) belum juga ketemu.

Meski demikian, kondisi psikis kedua orangtuanya sudah sedikit mulai bangkit. Wagiyo-Wakiyem, yang sempat drop berat di awal karena kehilangan dua anak sekaligus, kini berangsur mulai sedikit tegar.

“Sampai kemarin (Kamis, 14/1/2021) belum ada hasil. Jenazah Suyanto dan Riyanto belum juga ditemukan. Tapi orangtuanya yang masih menunggu di Jakarta, sudah agak mendingan. Karena di sana (Jakarta) itu melihat keluarga-keluarga korban juga merasakan hal yang sama, akhirnya mereka sudah sedikit mulai bisa mengikhlaskan. Nggak sedrop di awal-awal,” papar Sekdes Katelan, Tangen, Paidi kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (15/1/2021).

Paidi yang tinggal bersebelahan dengan rumah almarhum Riyanto menguraikan informasi terbaru, untuk proses pemakaman jenazah semua korban pesawat Sriwijaya Air, akan ditanggung oleh negara.

Meski demikian, keluarga pun sedikit gamang jika nantinya jenazah atau bagiannya tak bisa ditemukan. Sebab yang dimakamkan memang lazimnya harus ada jenazah atau setidaknya bagian dari jenazah.

Baca Juga :  Fenomena Puting Beliung Kembar, BPBD Sragen Sebut Jika Pecah di Permukiman Bisa Berdampak Dahsyat. Benarkah Pecah di Sawah-Sawah?

“Itu yang masih jadi pikiran. Mudah-mudahan jenazah Mas Suyanto dan Riyanto bisa segera ditemukan sehingga bisa dimakamkan. Kalau enggak, nanti apa yang mau dimakamkan sekalipun biayanya ditanggung negara,” tuturnya.

Suyanto (40) warga Dukuh Gunung Banyak RT 18, Katelan, Tangen dan adiknya, Riyanto (32) yang tinggal di Dukuh Tengaran RT 17, Desa Katelan, Tangen, diketahui merupakan penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh ke perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) lalu.

Keduanya sama-sama sudah berkeluarga dan anak satu. Mereka ternyata hendak terbang dari Jakarta menuju Pontianak karena mendapat borongan proyek pemasangan rolling door.

“Mereka pemborong, kakak adik. Ke Pontianak mau ngerjakan borongan pasang rolling door,” papar Sekretaris Desa (Sekdes) Katelan, Tangen, Paidi, Minggu (10/1/2021).

Paidi mengatakan keduanya memang sebelumnya sudah lama merantau di Pontianak.

“Mereka berangkat dari rumah sudah beberapa hari lalu, tanggal 30 Desember 2020. Di Jakarta istirahat dulu beberapa hari. Baru kemudian berangkat ke Pontianak kemarin siang naik Sriwijaya Air,” urainya.

Baca Juga :  Nihil Tambahan Tapi 1 Warga Sragen Positif dan Meninggal Dunia Hari Ini. Jumlah Kasus Positif Tetap 5.056, 4.675 Sembuh dan 303 Orang Meninggal Dunia

Keduanya merupakan anak dari pasangan Wagiyo-Wakiyem. Kabar masuknya Suyanto-Riyanto di daftar penumpang, diketahui oleh adiknya yang ada di rumah.

Paidi menuturkan saat ada berita pesawat jatuh jurusan Pontianak, adiknya kebetulan langsung mengecek story di status WhatsApp (WA) kakaknya.

Ternyata status WA kakaknya memasang foto tiket keberangkatan. Setelah dicek dan dipastikan, ternyata informasi itu benar dan kedua kakaknya memang ada di daftar penumpang pesawat yang jatuh itu.

“Kebetulan story WA waktu kakaknya mau berangkat ke Pontianak itu yang dipasang adalah story tiket pesawat. Begitu ada informasi di TV ada kecelakaan pesawat, lalu adiknya langsung mencocokkan ternyata antara tiket dan pesawat yang jatuh itu sesuai. Kemudian dicari di daftar nama-nama, nama Suyanto dan Riyanto memang ada dan sesuai dengan yang bersangkutan,” tukasnya. Wardoyo