JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kades Ungkap Sosok Aris Wijayanto, Perangkat Desa Tenggak Sragen Yang Tewas di Dalam Mobil Terparkir Depan BRI. Begini Kesehariannya di Kantor!

Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP di mobil yang ditumpangi Perangkat Desa Tenggak dan ditemukan meninggal di dalamnya. Foto/Wardoyo
PPDB
PPDB
PPDB

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Kematian Aris Wijayanto (30) perangkat desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, yang ditemukan tewas di dalam mobil terparkir di tepi jalan Sragen-Solo depan BRI Duyungan, masih menyisakan misteri.

Hampir semua orang dekatnya tak menyangka perangkat yang menjabat Kaur Perencanaan itu meninggal dengan cara tragis. Hingga kini pemicunya juga masih misterius.

Termasuk di mata Kades Tenggak, Setiyanto. Kades mengaku sempat kaget mendapatkan kabar salah satu bawahannya itu meninggal dunia di mobil.

“Kebetulan kemarin pas kejadian, saya agak nggak enak badan dan istirahat di rumah. Sekitar jam 20.30 WIB saya dapat telepon dari Pak Camat dan Kapolsek kalau ada perangkat Desa Tenggak yang meninggal di mobil terparkir di depan BRI Duyungan. Dia adalah Kaur Perencanaan di desa kami,” paparnya kepada Joglosemarnews.com, Rabu (6/1/2021).

Kades mengaku tak menyangka almarhum bakal pergi setragis itu. Sebab selama ini ia mengenal almarhum sebagai pribadi yang biasa dan tak neko-neko.

Sebelumnya juga tidak pernah ada masalah apapun baik di keluarga maupun di tempat kerja.

“Sebelum kejadian memang tidak pamit ke saya. Saya terakhir komunikasi sekitar tanggal 30 Desember. Saat itu almarhum masih sempat bertugas mendistribusikan bantuan ke warga yang kena dampak covid-19 di desa kami,” urai Setiyanto.

Ia juga menguraikan setelah itu, kemudian memasuki libur akhir akhir tahun dan tidak sempat bertemu lagi. Dari informasi yang diterimanya, almarhum diketahui sempat membawa mobil temannya atau tetangganya.

Mobil Panther hijau metalik bernopol AD 8506 BY itulah yang kemudian diketahui terparkir hampir satu jam di depan BRI Duyungan dan almarhum diketahui sudah tidak bernyawa di dalamnya pada Minggu (3/1/2021) malam.

“Kalau dugaan saya mungkin jantung. Tapi kalau dilihat memang dia tidak ada riwayat penyakit jantung. Yang jelas tidak ada keluhan apapun, di kantor juga nggak pernah mengeluh, dia biasa saja,” tukasnya.

Sementara, Kapolsek Sidoharjo, AKP Agung Ari Purnowo mewakili Kapolres AKBP Yuswanto Ardi memastikan almarhum bukan meninggal akibat pengaruh miras atau overdosis. Karena dari hasil olah TKP dan saat dievakuasi, tidak ada bau alkohol atau zat mencurigakan lainnya.

“Bersih nggak ada bau alkohol. Jadi nggak benar kalau ada isu overdosis miras,” tandasnya.

Kapolsek juga memastikan dari hasil visum, tidak ada tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban.

Hasil pemeriksaan fisik juga tidak ditemukan indikasi mengarah kejanggalan pada kematian perangkat desa itu.

Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan untuk menguak penyebab pasti yang memicu meninggalnya almarhum.

“Kalau dari hasil visum, sebenarnya tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan. Tapi ini masih kita selidiki karena yang bersangkutan masih muda dan meninggalnya kebetulan di waktu yang tidak pas (di dalam mobil terparkir),” paparnya.

AKP Agung menguraikan untuk menguak tabir pemicu kematian, pihaknya masih menunggu hasil otopsi dari pihak rumah sakit. Saat ini, baru akan dikoordinasikan kapan hasil otopsi keluar.

Sementara, dari hasil penyelidikan dan olah TKP, semua barang milik almarhum masih utuh.

Di antaranya tas, dompet berikut isinya masih lengkap dan tak ada yang hilang. Uang tunai di dompet masih ada dan semua kartu juga utuh. Termasuk HP juga masih ada di atas dasbor mobil.

Menurut Kapolsek, dari riwayat di HP, almarhum sempat terdeteksi menghubungi seseorang sebelum kejadian. Namun ia memastikan orang itu adalah teman almarhum.

“Di riwayat panggilan, sempat menelepon temannya. Laki-laki. Tapi nggak ada yang mencurigakan, teman almarhum. Sudah kita konfirmasi juga dan memang nggak ada suatu kejanggalan,” urai Agung.

Seperti diberitakan, Aris Wijayanto (30) itu ditemukan tak bernyawa di dalam mobil Panther metalik bernopol AD 8506 BY.

Perangkat yang menjabat sebagai Kaur Perencanaan itu ditemukan kali peetana oleh Satpam BRI Duyungan, Bambang Triyanto (25) sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat kali pertama ditemukan, perangkat yang berdomisili di DesaTenggak, Sidoharjo, Sragen itu sudah kaku di atas jok depan kemudi. Tidak ada orang lain dan mobil dalam keadaan tertutup rapat.

Data yang dihimpun di lapangan, mayat Aris ditemukan berkat kecurigaan Satpam melihat mobil terparkir hampir setengah jam di tepi jalan.

Karena curiga, Satpam BRI itu kemudian menghampiri. Saat pintu diketuk tidak ada jawaban. Kondisi pintu dan kaca yang semuanya tertutup makin membuatnya penasaran.

Saat dicek ternyata pengemudi sudah tergeletak di atas jok dan meninggal dunia. Wardoyo