JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Kasus Pembunuhan Sadis Banyuanyar, Kuasa Hukum Gus Cholil Berniat Ajukan PK, Ada 2 Poin Penting Salah Satunya Transfer ke Seorang Dukun

Proses rekontruksi kasus pembunuhan di Banyuanyar Solo, Rabu (14/5/2020). Pelaku peragakan 38 adegan. Foto: JSNews/Prabowo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Tim Kuasa Hukum terdakwa kasus pembunuhan, Ahmad Muhailil Churi alias Gus Cholil, Muhammad Taufiq berencana mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

Muhammad Taufiq selaku kuasa hukum terdakwa menyebut rencana pengajuan PK didasari fakta-fakta baru yang ditemukan. Salah satunya adanya dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus yang menewaskan Sunarno dan Triyani.

Dalam fakta persidangan, terungkap Gus Cholil sempat kabur ke Ngawi, Jawa Timur setelah tragedi tersebut. Saat itulah, warga Gilingan, Banjarsari sempat mentransfer sejumlah uang ke dua nomor rekening.

“Rekening itu disebut kilen kami sebagai seorang dukun. Nah, peran seseorang itulah yang tidak terungkap,” tegas Taufiq, Senin (11/1/2021).

“Saya tanyakan ke penyidik katanya pernah dipanggil namun tidak bisa hadir. Kenapa pemanggilan itu tidak dilanjutkan? Ini menimbulkan kecurigaan,” paparnya.

Baca Juga :  Hotel di Jateng Tolak Perpanjangan PPKM. Bikin Hotel Makin Terpuruk karena Hunian Anjlok, Kegiatan Batal

Dia mengakui juga memiliki kelemahan dengan tidak menghadirkan saksi yang dapat meringankan terdakwa.
Taufiq menambahkan selain untuk memperoleh keadilan perkara itu bisa dijadikan sebagai fungsi edukasi.

“Dari fakta ini saya bisa mengajukan PK karena ada yang kurang dalam persidangan. Saya optimisme bisa mengajukan PK. Seharusnya perkara ini ditangani secara serius, jangan seperti perkara perkelahian. Seharusnya seperti kasus kopi sianida Jesica dulu,” tegasnya.

Proses ini disebut Taufiq harus didukung dengan bukti-bukti autentik baru. Menurutnya, putusan hakim tidak mempertimbangkan fakta-fakta di luar kasus pembunuhan. Hal itu seperti tidak ada saksi faktual yang melihat langsung proses pembunuhan yang dilakukan oleh terdakwa.

Baca Juga :  Posting Hoax Kasus Flyover Manahan di Grup FB, Warga Pasar Kliwon Dipanggil Polisi dan Minta Maaf

Majelis hakim menilai, sejumlah hal yang memberatkan terdakwa antara lain perbuatan yang sadis dengan menghilangkan nyawa. Terdakwa juga dinilai memberikan keterangan berbelit hingga mengganggu jalannya sidang.

“Untuk yang meringankan tidak ada,” tambahnya.

Seperti diketahui, tersangka dan korban Sunarno awalnya akan bertransaksi pembelian tanah di daerah Boyolali. Sunarno sendiri sudah menyiapkan uang sejumlah Rp 725 juta.

Tersangka lantas datang ke kontrakan Sunarno dan meminta Triyani untuk membuatkan minuman jus. Namun tanpa diketahui kedua korban, bahan-bahan tersebut sudah dicampur dengan racun tikus.

Kedua korban yang tak mengetahui jika jus sudah diracun akhirnya meminunya. Tak pelak, kedua korban akhirnya meregang nyawa di lokasi kejadian. Prabowo