JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Mandi Rame-rame, 2 Bocah Terseret Arus Sungai Ngamban Jaten Karanganyar. Satu Bocah Lolos dari Maut, Zidan Masih Belum Ditemukan

Tim SAR gabungan saat melakukan pantauan di Sungai Ngamban, Jaten, Karanganyar, Selasa (5/1/2021). Foto/Beni

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Hujan serentak yang terjadi di wilayah Soloraya termasuk di Kabupaten Karanganyar Selasa (05/01) memakan korban.

Dua anak terseret arus sungai Ngamban, Kecamatan Jaten, Karanganyar, satu terselamatkan sedang satunva hingga sore ini terseret arus dan belum ditemukan.

Korban yang terseret arus hingga malam ini yaitu Zidan (10) warga Dusun Jumog RT 3/04, Jaten, Karanganyar.

Sedangkan satu korban yang berhasil diselamatkan adalah Andre (11) teman sekaligus tetangga Zidan berhasil diselamatkan warga sekitar.

Informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM menyebutkan kejadian sekitar pukul 14.40 WIB saat hujan deras terjadi.

Baca Juga :  Operasi Pencarian Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ182 Resmi Dihentikan. Diakhiri Usai Berjalan 13 Hari, Pencarian Kotak Hitam CVR Tetap Dilanjutkan

Kedua anak itu bersama tiga temannya mendatangi sungai dan hendak mandi di sungai. Kebetulan Zidan mandi duluan disusul Andre. Sedangkan tiga temannya masih melihat belum sempat mandi.

Sejurus kemudian ada papan besar hanyut dan mengenai kepala Zidan hingga akhirnya limbung tak bisa menguasai diri dan terseret arus.

Spontan, Andre dan tiga anak yang belum sempat mandi itu berteriak minta tolong, lalu warga sekitar menceburkan diri menolong.

Bersyukur, Andre bisa terselamatkan sedangkan Zidan terus hanyut terbawa arus kencang air. Tak pelak hingga sekarang relawan dan warga terus melakukan pencarian Zidan.

Baca Juga :  Buntut Geger 6 Warga Positif Covid-19 dan 1 Meninggal, Klarifikasi Camat Jatiyoso Bantah Dituding Lamban. Owner Puri Kahuripan Sebut Datang Beri Bantuan Karena Ditelepon Warga Wukirsawit

Kasatlak BPBD Karanganyar, Sundoro Budi Karyanto membenarkan peristiwa tersebut.

“Saat ini tim dari berbagai relawan terus melakukan pencarian Zidan dan belum ditemukan,” tandasnya.

Sundoro menegaskan banyak bambu dan sampah lain pada sungai tersebut sehingga membahayakan.

Sementara itu Kordinator Pos SAR Surakarta, Arief Sugiyarto mengatakan pihaknya bersama tim relawan terus melakukan pencarian.

“Karena arus sangat deras kita harus cermat melakukan analisa kemungkinan dimana korban bisa ditemukan,” tandasnya.

Menurut Arief tim disebar ke sejumlah titik guna memudahkan pencarian mengingat banyak sampah kayu masuk ke sungai. Beni Indra