JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Meski Capai Rp 73 Triliun, Sri Mulyani Sebut Dana Vaksinasi Harus Tetap Disediakan

Ilustrasi vaksin. Foto: pexels.com

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Estimasi dana untuk program vaksinasi Covid-19 mencapai Rp 73 triliun. Demikian dikatakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Menurut dia, anggaran vaksinasi gratis untuk masyarakat sebesar itu akan didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

“Pertanyaannya, apakah anggaran tersedia? Ya harus disediakan, dong. Ini kan prioritas. Kalau tidak punya? Ya pasti ada,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi video, Rabu (6/1/2020).

Sri Mulyani mengatakan kementeriannya diberikan keleluasaan untuk merealokasi dan me-refocussing APBN 2021, utamanya untuk vaksinasi.

Berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, ada tiga hal yang akan menjadi penekanan pada tahun ini, yaitu penanganan Covid-19, bantuan sosial, dan pemulihan ekonomi.

Baca Juga :  Demam Sinetron Ikatan Cinta, Sampai-Sampai Tamu Undangan Pernikahan Disuguhi Nonton Bareng Tayangan Mas Al dan Andin

Berdasarkan kesepakatan dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Sri Mulyani mengatakan pemerintah dapat melakukan perubahan atau realokasi dari anggaran, asalkan tidak menambah defisit.

“Jadi tetap di 5,7 persen tapi komposisi akan diubah,” ujar dia.

Karena itu, ia mengatakan saat ini kementeriannya tengah mengidentifikasi kegiatan yang ada di UU APBN 2021 yang bisa direalokasi.

Namun demikian, ia memastikan realokasi dan refocusing akan dilakukan secara hati-hati sehingga tidak mengganggu Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah.

Sebelumnya, pemerintah mengatakan akan membeli vaksin Corona dari sejumlah sumber, antara lain Sinovac, Novavax, Pfizer, Astrazeneca dan Covax. Sri Mulyani mengatakan saat ini rencana pembelian itu masih berproses.

Baca Juga :  Beredar Isu Dalam Vaksin Covid-19 Terdapat Chip Komputer untuk Melacak Penerima Vaksin, Satgas: Hoaks!

Sri Mulyani berujar Kemenkeu terus mengikuti proses tersebut untuk memastikan kebutuhan belanja vaksin tersebut terpenuhi.

“Artinya, saat Menkes harus memesan, memberikan down payment, memberi komitmen, kami memberikan jaminan bahwa itu (anggaran) ada.”

Selain dari APBN 2021, Sri Mulyani mengatakan masih ada Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan alias SILPA tahun 2020 yang bisa digunakan menambah anggaran vaksinasi sebesar sekitar Rp 47 triliun.

www.tempo.co