JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Pengacara Gadungan Ini  Dibekuk Aparat Polres Karanganyar. Mengaku Saudara Jenderal Tito Karnavian dan Eks Walikota Mataram

Satreskrim Polres Karanganyar bekuk Pengacara gadungan / joglosemarnews - beni indra

IMG 20210122 WA0140
Satreskrim Polres Karanganyar bekuk Pengacara gadungan / joglosemarnews – beni indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Aksi pengacara gadungan bernama  Andy Wuryono (61) yang sudah malang melintang di berbagai kota besar   ini akhirnya harus berakhir di balik jeruji besi.

Pasalnya, Sat Reskrim Polres Karanganyar berhasil membekuk pria yang menurut KTP beralamat di Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, Jateng itu.

Namun diduga,  Andy Wuryono menggunakan KTP ganda dengan nama dan alamat yang berbeda-beda  guna melancarkan operasinya.

Andy  tertangkap karena kasus dugaan penggelapan, dengan modus menjual jasa mencarikan izin untuk kandang babi di Mojogedang, Karanganyar untuk  seorang pengusaha.

Dalam aksinya tersebut, tersangka pasang tarif Rp 26 juta guna pelicin izin birokrasi. Akan tetapi, setelah uang pelicin  diberikan, ujung-ujungnya izin tak kunjung turun.

Merasa dikibuli, pengusaha tersebut melaporkan kasus tersebut  ke polisi. Dan tak lama berselang,  Polisi akhirnya berhasil membekuk tersangka.

Baca Juga :  Sempat Ditutup, Perpustakaan Daerah Karanganyar Kembali Dibuka. Simak, Aturan Terbaru untuk Bisa Mengakses!

Kasatreskrim Polres Karanganyar,  KP Tegar Satrio Wicaksono, Jumat (22/1/2021) mengatakan, dari hasil penyidikan, tersangka mengaku sebagai pengacara dan mengakui pernah menjadi Hakim Tipikor di Jakarta.

Selain itu, dia juga  mengaku sebagai lawyer DPP PDIP dan terakhir mengaku sebagai mantan Walikota Mataram, NTB.

Namun setelah dilakukan penyelidikan, ternyata ketahuan bahwa tersangka bukanlah seorang  pengacara.

“Itu dibuktikan dengan surat dari Konggres Advocat Indonesia KAI, ternyata tersangka bukan anggota,”  tandasnya.

Namun  demikian, tersangka masih berkelit mengaku sebagai anggota Federasi Advocat Republik Indonesia atau Ferrari DPC Surakarta.

“Yang jelas hasil lidik kami tersangka bukan pengacara,” ujarnya.

Kasatreskrim menjelaskan memang banyak laporan kepadanya dari para korban Tersangka ini baik dari Jakarta, Surabaya dan lainnya. Bahkan ada korban yang mengatakan  pelaku mengaku  sebagai saudara dari mantan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan TKP Jakarta.

Baca Juga :  Canangkan Zona Integritas, Polres Karanganyar Sebut Pelayanan SIM san SKCK Tak Boleh Menyalahi Ketentuan. Kapolres Berharap Tidak Ada Lagi KKN!

Namun pihaknya tidak mengetahui persis apakah pengakuan korban itu benar saudara mantan Kapolri atau bukan.

“Banyak korban yang konfirmasi pada kami. Nanun kami fokus pada kasus izin kandanh babi karena locus delicti nya di Karanganyar,” ungkapnya.

Sementara untuk kasus di Karanganyar, pihak kepolisian sudah mengumpulkan barang bukti. Adapun pasal yang dikenakan adalah tuduhan penggelapan pasal 372 KUHP dengan ancaman penjara maksimal empat tahun.

“Untuk di Karanganyar, tersangka kita proses. Sedangkan untuk kasus di luar kota bukan wewenang kami,” ungkapnya. Beni Indra