JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Prihatin Lihat Kondisi Legenda Sinden Suji Mentir, Alumni SMKN 1 Kedawung Sragen Tergerak Sumbangkan Donasi. Sukiman Kenang Sering Ajak Mentas Bareng Mbah Suji

Para perwakilan IKA Alumni SMKN 1 Kedawung Sragen saat menyerahkan donasi dari alumni ke kediaman Mbah Suji Mentir. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kondisi miris legenda sinden kenamaan Sragen, Sujiati alias Suji Mentir (67) asal Tegalrejo RT 10, Desa Tegalrejo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, terus menggerakkan empati sejumlah kalangan.

Selain Bupati, TKI asal Taiwan, kali ini Ikatan Alumni (IKA) SMKN 1 Kedawung Sragen juga tergerak memberikan bantuan. Para alumni SMK di Kedawung itu tergerak membantu setelah mencuat berita penderitaan Mbah Suji Mentir yang kini terbaring sakit parah hampir bertahun-tahun.

Perwakilan alumni SMKN 1 Kedawung, Sri Maryono mengungkapkan, pihaknya mengunjungi rumah Suji Mentir karena prihatin melihat kondisi kesehatannya sekarang ini. Hal itu menjadi keprihatinan sehingga alumni tergerak menyumbangkan donasi.

“Kesehatannya sudah menurun dan hanya tiduran di kasur. Hari ini kami datang untuk memberikan sedikit bantuan kepada beliau,” paparnya, Rabu (27/1/2021).

Ia berharap bantuan itu bisa dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Mbah Suji yang kini sudah tergolek lemah di ranjang.
Kondisi itu akibat sakit komplikasi yang menderanya sejak beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :  Alfamart Karangmalang Sragen Dirampok Komplotan Bersenjata Api. Pelaku Todongkan Pistol ke Karyawan Lalu Gasak Uang Tunai Rp 19 Juta

“Harapannya bisa membantu meringankan beban keluarga. Bentuk kepedulian kami terhadap seniman Sragen,” jelasnya.

Sri menuturkan secara pribadi, ia memang sudah mengenal lagu-lagu karya Suji Mentir. Ia mengenang lagu-lagu klenengan khas Sragen Mbah Suji di masa mudanya cukup dikenal.

Bahkan hingga saat ini suara nyanyian ledek Sragenan ala Suji Mentir masih begitu melekat di benak penggemar seni Bumi Sukowati.

“Dulu kami menikmati lagu-lagunya tapi sekarang masa tuanya memprihatinkan,” ujar dia.

Punya Kekhasan Sragen

Terpisah, Ketua IKA Alumni SMKN 1 Kedawung Sragen, Sukiman sangat mengagumi dan mengenal sosok Mbah Suji Mentir sebagai salah satu seniwati aset Kabupaten Sragen.

Karenanya ia terkejut ketika mendengar kabar kondisi terkini Mbah Suji yang sangat memprihatinkan.

“Saya juga kaget, lama tak ada kabar ternyata Bu Suji ternyata jatuh sakit parah. Bu Suji ini sebenarnya aset langka Kabupaten Sragen, beliau seorang seniman sejati dari barang sampai terkenal,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Baca Juga :  Salut, Para Polisi Muda di Sragen Ini Rela Urunan dan Malam-Malam Datang Demi Bantu Bocah Kehilangan Tangan dan Nenek Miskin Bertahun-Tahun Hidup di Gubug Dalam Kegelapan. Simak Pesan Akhirnya Sangat Menyentuh!

Sukiman yang berdomisili di Bandung dan juga seorang dalang itu menilai Suji Mentir layak menjadi legenda seni karena memiliki suara yang khas dan tak ada duanya.

Menurutnya, Suji punya suara khas Sragenan yang kemudian menjadi ikonnya aliran seni Sragen.

Sukiman juga menceritakan Suji Mentir juga sering sekali mengikuti dirinya saat pentas di beberapa daerah. Ia mengapresiasi semangat Suji yang ingin menampilkan wajah Sragen dalam balutan seni khas Sragenan.

“Semangat itulah yang harus dicontoh adik-adik generasi muda,” ujarnya.

Bahkan ia masih ingat betul beberapa tenbabg hits yang pernah membawa Suji di era keemasan. Di antaranya Asem Calok, Ngudang Anak, Kijing Miring, Kentil Geyong dan lainnya.

“Intinya kami dari alumni SMKN 1 Kedawung Sragen yang kebetulan saya ketuanya dan juga pemerhati budaya, ingin mendoakan semoga Ibu Suji cepat sembuh,” pungkasnya. Wardoyo