JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sebelum Terjun Bunuh Diri, Suparno Sempat Dikejar Keponakannya. Korban Sempat Lompat Pagar Belakang Rumah, Begini Ciri-Cirinya!

Kondisi Sungai Bengawan Solo di wilayah Gawan Tanon Sragen yang hitam pekat karena tercemar limbah pabrik dan merusak lingkungan hingga mematikan ekosistem sungai dalam beberapa waktu terakhir. Foto/Wardoyo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi bunuh diri terjun ke sungai yang dilakukan pemuda bernama Suparno (30) warga Desa Karanganyar, Kecamatan Plupuh, Sragen, Senin (18/1/2021) petang menyisakan fakta baru.

Aksi korban sempat dipergoki keponakannya sebelum kemudian nekat terjun ke Sungai Bengawan Solo tak jauh dari rumahnya. Korban sebelumnya dipergoki keluar rumah dengan melompat pagar belakang.

“Sekitar pukul 10.45 WIB, korban keluar rumah melompat lewat pagar belakang rumah. Lalu ada keponakannya namanya Khoirul Basir yang tahu dan berusaha mengejar sampai di pinggir Bengawan Solo yang berjarak 10 meter, ” ujar salah satu tokoh setempat, Sutarto.

Saat sampai di tepi sungai, korban sudah tidak ada. Dugaan bunuh diri menguat ketika keponakan korban mendapati jejak kaki korban ada di pinggir Sungai Bengawan Solo di lokasi terakhir saat dilihat.

Baca Juga :  Fenomena Miris di Sragen, 36 Warga Tewas Bunuh Diri. Mayoritas Nggantung hingga Terjun dari Jembatan, dari Faktor Ekonomi hingga Diputus Pacar!

“Ciri-ciri korban berkulit hitam, rambut pendek, tinggi sekitar 160 sentimeter, baju terakhir kaos warna hitam dan celana training hitam,” tuturnya.

Suparno diketahui terjun ke sungai pada Senin (18/1/2021) siang sekira pukul 15.00 WIB.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , Suparno terjun ke sungai yang tak jauh dari rumahnya. Hingga hari ini, puluhan tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian korban.

“Laporan yang masuk ke kami sekitar pukul 15.00 WIB. Sempat ada informasi korban tidak jadi tenggelam dan sudah naik lagi, namun ternyata beda orang. Akhirnya dinyatakan operasi dibuka sekitar pukul 15.30 WIB,” ujar rescuer BASARNAS Pos SAR Surakarta, Gohan Wijayana, dihubungi wartawan, Senin (18/1/2021).

Gohan menguraikan berdasarkan informasi yang diterimanya, aksi nekat korban diduga di latarbelakangi rasa depresi berat.

Ia menderita sakit menahun yang tak kunjung sembuh. Sehingga ia mengambil jalan pintas berniat mengakhiri hidupnya di sungai.

Baca Juga :  Innalillahi, Mbah Tumini Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kandang Ayam. Warga Kalijambe Sragen Langsung Geger

Menurut keterangan saksi, aksi korban sempat dipergoki tiga orang saksi mata. Mereka melihat korban berlari ke arah aliran Bengawan Solo tak jauh dari rumah korban.

Namun belum sempat dicegah, korban sudah terlanjut menceburkan diri ke sungai.

“Sekitar pukul 10.00 WIB, ada tiga saksi yang melihat pak Suparno berlari menuju arah sungai. Dugaan sementara memang karena depresi akibat sakit,” imbuhnya.

Gohan menjelaskan, sekitar delapan orang rescuer dari Basarnas Pos SAR Solo dikerahkan menuju lokasi. Mereka bergabung dengan puluhan tim SAR gabungan yang juga berdatangan ke lokasi.

“Saat ini kemungkinan masih berkoordinasi dengan teman-teman relawan lain. Terkait teknis pencarian nanti akan kita update lagi,” kata Gohan. Wardoyo