JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Kasus Tabrak Lari Flyover Manahan Mencuat Lagi. Keluarga Korban Masih Penasaran Sebenarnya Ada Apa Kok Pelakunya Belum Bisa Terungkap

Foto : istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Masih ingat kasus kecelakaan tabrak lari di Flyover Manahan yang terjadi tahun 2019 lalu?. Kejadian itu merenggut nyawa Retnoningtri (54) warga Serengan, Solo yang ditabrak lari oleh mobil yang sampai sekarang belum terungkap pelakunya.

Kasus itu kembali mencuat ke publik setelah Polresta Surakarta memanggil seorang warga karena menyinggung kasus tersebut di laman Facebook lewat grup ICS. Warga yang menyentil kasus tersebut ke FB mengaku bernama Salman Farisi (SF) dengan akun Luck KeRes. Ia kemudian dipanggil polisi lantaran dianggap menyebarkan hoax.

Dari kasus pemanggilan SF ini membuat keluarga korban teringat kembali kasus tabrak lari tersebut lantaran sampai sekarang belum jelas titik terang pengusutan pelakunya. Hal itu diungkapkan Arif Sahudi SH, selaku kuasa hukum keluarga korban tabrak lari.

“Keluarga korban berterima kasih, masih ada yang peduli dengan kasus tersebut, kami jadi teringat kembali. Terlepas dari cara warga itu dalam mempertanyakan pengusutan kasus tersebut kurang pas, tapi setidaknya itu suara publik yang ingin mengetahui titik terang kasus ini terutama sejauh mana polisi mengusut pelakunya siapa dan bagaimana pertanggung jawabannya,” ungkap Arif Sahudi SH, Kuasa Hukum keluarga korban tabrak lari kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (18/1/2021).

Baca Juga :  Bikin Ketawa Nakes, Ini Beragam Ekspresi dan Momen Lucu Wartawan di Solo Saat Jalani Vaksinasi Covid-19

Ditegaskan Arif Sahudi, polisi seharusnya bisa menjelaskan perkembangan pengusutan kasus tersebut secara periodik kepada publik. Karena institusi polisi ini dibiayai oleh uang rakyat sehingga sudah selayaknya melaporkan perkembangannya kepada publik.

“Polisi punya tanggung jawab profesional dan moral untuk melaporkan pengusutan ini secara periodik kepada publik. Baik ada maupun tidak ada temuan baru, polisi harus menyampaikan laporannya. Ingat bahwa tugas mereka adalah amanah rakyat,” ungkap Arif saat menghubungi JOGLOSEMARNEWS.COM .

Arif tidak mau terjebak dengan cara dan konten yang diungkapkan warga Pasar Kliwon bernama Salman Alfarisi yang menyentil kasus tersebut. “Mungkin ada kekeliruan dalam mengingatkan kasus ini, tapi setidaknya masyarakat diingatkan lagi kasus tabrak lari itu yang sampai sekarang belum ketemu pelakunya. Sentilan warga ini juga jadi ajang polisi untuk mawas diri dan koreksi bahwa mereka belum bisa menuntaskan pengusutan kasus ini,” kata Arif.

Arif menambahkan, sebenarnya pihak keluarga korban hampir putus asa dengan pengusutan kasus lantaran pelaku tak kunjung bisa dibawa ke proses hukum. Apalagi, sudah sampai 5 kali pengajuan pra peradilan dari penanganan perkara ini yang mental di pengadilan.

Baca Juga :  Dilempar Bolo Pecah hingga Luka Lebam, Wanita Cantik Asal Jebres Solo Seret Kakak Kandung Pria ke Meja Hijau

“Kami dari pihak keluarga dan mungkin juga masyarakat umum bertanya-tanya, mengapa sih kok kasusnya belum bisa terungkap pelakunya. Saya jujur penasaran dan bertanya-tanya ada apa sebenarnya yang terjadi. Mengapa sih kok gak tuntas-tuntas. Masyarakat tentu ingin kasus ini segera terbongkar dengan jelas biar nasib serupa tidak terulang di lain waktu kepada orang lain. Maka wajar kalau ada rakyat yang bertanya-tanya,” ungkap Arif Sahudi dari Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI).

Pihak keluarga korban, lanjut Arif, akan terus berjuang untuk mendapatkan keadilan atas kasus ini. Pelaku tabrak lari harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di depan hukum. Karena itulah pihaknya akan mencoba lagi untuk mengajukan pra peradilan untuk yang keenam kalinya.

Seperti diketahui, dua tahun lalu tepatnya pada 7 Januari 2019 pukul 02.30 WIB seorang warga Serengan, Solo bernama Retnoningtri (54) meninggal duni setelah menjadi korban tabrak lari di Flyover Manahan. Korban mengendari sepeda motor Honda Supra AD 2499 ES yang ditabrak satu unit mobil silver. Hingga kini polisi belum berhasil menemukan pelaku. A Syahirul/Prabowo