JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Sudah Empat Korban Pesawat Sriwijaya Air Sj182 Teridentifikasi, Keluarga Pilih Tunda Ambil Jenazah. Ini Alasannya

Petugas membawa kantong jenazah hasil pencarian korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 di Terminal JICT 2, Jakarta. Foto: TEMPO/Muhammad Hidayat via Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Polri telah berhasil mengidentifikasi empat korban kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182. Namun pihak keluarga korban memilih menunda mengambil jenazah korban.

Disampaikan Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono, hingga Rabu (13/1/2021) pagi telah empat jasad korban Sriwijaya Air yang dapat diidentifikasi. Keempatnya dapat diidentifikasi melalui 12 titik sidik jari yang cocok dengan data kependudukan.

“Tim berhasil mengidentifikasi 4 orang atas nama korban Okky Bisma, Khasanah, Fadli Satrianto, dan Ashabul Yamin,” ujar Rusdi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kendati empat korban telah diidentifikasi, namun Rusdi menambahkan pihaknya belum melakukan serah terima potongan tubuh korban ke keluarga korban. Hal itu lantaran pihak keluarga korban ingin agar potongan tubuh jenazah ditemukan hingga lengkap sebelum diserahkan untuk dimakamkan.

Baca Juga :  Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ182 Bakal Terima Uang Asuransi Rp 1,25 Miliar Per Penumpang

“Ada kemungkinan bagian tubuh para korban ini bisa lebih banyak ditemukan, sehingga keluarga menginginkan yang sudah ditemukan disimpan dulu,” kata Rusdi.

Saat ini, Tim DVI Polri telah menerima 137 kantong jenazah dan 35 kantong properti dari evakuasi Sriwijaya Air SJ182. Selain itu, juga telah menerima 112 sampel DNA dari pihak keluarga yang akan dicocokkan dengan para korban.

Pesawat Sriwijaya Air bernomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021, pukul 14.40 WIB. Pesawat Boeing 737-500 itu jatuh di perairan antara Pulau Lancang dan Pulau Laki di Kepulauan Seribu.

Baca Juga :  Geger Suara Dentuman Keras di Bali, Diduga Akibat Asteroid Jatuh. LAPAN Sebut Mirip Peristiwa di Bone pada 2009

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal itu mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Para penumpang terdiri dari 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

www.tempo.co