JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tegas, Bupati Karanganyar Ungkap Pelaksanaan PPKM Gagal, Angka Kematian Covid-19 Jateng Malah Tinggi. Berharap Tak Ada Varian Virus Baru di Karanganyar!

Bupati Juliyatmono. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dinilai gagal. Hal ini terlihat masih tingginya angka kasus Covid-19 di wilayah Jawa Tengah dan angka kematian yang malah naik di dua bulan terakhir.

Hal tersebut diungkapkan bupati Karanganyar Juliyatmono usai mengikuti rapat virtual bersama Gubernur Jawa Tengah Senin (1/2/2021).

“Sinyal dari presiden bahwa PPKM gagal dan tidak cukup sukses. Penurunan kasus tidak signifikan. Perlu kita evaluasi. Dalam rapat virtual bersama gubernur, minta masukan dari kabupaten/kota,” papar bupati kepada wartawan.

Baca Juga :  Pas Hari Lebaran, 2 Warga Sragen Kembali Meninggal Dunia 48 Positif Terpapar. Total Sudah 460 Warga Meninggal Dunia

Menurut Juliyatmono, untuk wilayah Solo Raya, perkembangan laju penambahan kasus Covid-19 yang tertinggi di Kota Solo. Pasalnya menurut orang nomor satu di Karanganyar tersebut, Kota Solo merupakan salah satu kota rujukan bagi pasien Covid-19.

“Kalau Solo Raya, dalam poisisi tengah. Yang tinggi adalah kota Solo. Karena merupakan salah satu rujukan,” katanya.

Sedangkan untuk wilayah Karanganyar, bupati menyebut PPKM di Karanganyar berdasarkan hasil evaluasi provinsi Jawa Tengah cenderung mengalami penurunan. Oleh karena itu pada PPKM kedua ini lebih intensif dalam melakukan sosialisasi.

Baca Juga :  Kabar Bahagia, Peningkatan Jumlah Pasien Sembuh Lampaui Kasus Baru COVID-19 di Sukoharjo, Seperti ini Lengkapnya

“Maka kita rumuskan bagaimana membentuk disiplin itu muncul dari kesadaran masyarakat. Disiplin personal yang ditekankan. Karena selama ini yang menjadi pemicu terjadinya peningkatan adalah tidak disiplinnya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya.

Ditambahkan bupati, dalam rapat evaluasi tersebut juga dibahas mengenai isyu global akan munculnya virus varian baru serta tingginya angka kematian akibat virus Covid-19 pada bulan Desember 2020 hingga Januari 2021.

“Kita berdoa tidak ada varian baru. Semua saling merapatkan barisan untuk konsolidasi,” pungkasnya. Wardoyo