JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Jelang Lengser, Rudy Dapat Julukan Bapak Penebus Ijazah. Berikut Ini Alasannya

FX Hadi Rudyatmo, berdiri di samping karang bungan yang mengucapkan terima kasih sudah menebus ijazah sekolah. Foto : JSNews/ASA

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Salah satu hal yang masih mengganjal di benak FX Hadi Rudyatmo jelang purna tugas sebagai Walikota Solo adalah tugasnya mengentaskan kelompok KLMT (Kecil Lemah Miskin Tertindas).

Kelompok inilah yang selama ini menjadi perhatian Rudy –panggilan akrab Hadi Rudyatmo- selama menjabat sebagai Walikota. Ia mendapat banyak kelompok KLMT yang tidak bisa membayar SPP sekolah sehingga ijazahnya tidak bisa diambil.

“Jika tidak diambil tentu tidak bisa melanjutkan sekolah atau mencari kerja. Maka saya bantu semampu saya, saya curahkan perhatian untuk bisa menebus ijazah mereka ini agar bisa melanjutkan sekolah atau mencari pekerjaan. Hanya saja menjelang saya purna, masih belum tuntas untuk mengentakaskan kelompok KLMT ini,” ungkapnya.

Namun ia berjanji, setelah purna dia juga akan memberikan perhatian kepada kelompok ini. Tentunya sebisa yang dia mampu perbuat dengan perannya saat ini.

Saking terkenalnya Rudy yang selalu menolong kelompok KLMT ini untuk menebus ijazah, tak urung kelompok KLMT ini juga ingin mengucapkan terima kasih dan mengucapkan salam perpisahan kepada Rudy dalam bentuk spanduk cetakan MMT.

Baca Juga :  Polresta Solo Amankan 47 Sepeda Motor dari Bangunan Kosong di Laweyan Solo, Diduga Terkait Tindak Kejahatan

Spanduk itu tampak berbaur dengan karangan bunga dari berbagai pihak di depan kediaman Rudy di kawasan Pucangsawit Jebres. Bunyinya “Terima kasih Pak Rudy dan Pak Pur (Bapak Penebus Ijazah. Karena kami belum punya uang ijazah anak kami sudah diterima. Dari kami: Orang tua murid kurang mampu yang Pak e Bantu”.

Saat membaca spanduk ucapan tersebut Rudy tersenyum bahagia dan terharu. Spanduk itu kemungkinan berasal dari salah satu orang tua wali murid yang berisikan ucapan terima kasih setelah ijazah anaknya yang tertahan di sekolah bisa ditebus oleh Rudy.

Seperti diketahui, sejak tahun 2006 hingga menjelang purnatugas, Rudy sangat konsen menyelesaikan tunggakan-tunggakan SPP sekolah atau ijazah yang tidak tertebus karena tidak orang tuanya tidak mampu. Tidak kurang dari 4.000 ijazah tertahan yang ditebus Rudy sejak itu dengan menggunakan uang pribadinya.

Baca Juga :  Sah, Gibran Jadi Wali Kota Solo, Selvi Ananda Jadi Ketua Tim Penggerak PKK

Rudy memaparkan, keputusan dirinya mengambil lebih dari 4.000 ijazah yang tertahan pihak sekolah didasari rasa keprihatinan. “Kalau ijazah itu tidak bisa diambil muridnya karena belum bayar kan jadi tak bisa lamar pekerjaan atau gak bisa neruskan sekolah. Kan kasihan,” ungkap Rudy di kediamannya Pucangsawit, Jebres, Selasa (16/2/2021).

Karena itulah, saat dirinya mendapat amanah menjadi pemimpin Kota Solo, ia tidak ingin masyarakat merasakan hal-hal seperti ijazah tertahan.

Jabatan FX Hadi Rudyatmo sebagai Wali Kota Solo, Jawa Tengah, tinggal sehari. Ia akan digantikan oleh Wali Kota Solo terpilih yang tak lain adalah putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.

Seperti diketahui, Rudy memimpin Kota Solo sudah 15 tahun hingga per 16 Februari 2021. Pada periode 2005-2010 dan 2010-2012, Rudy mendampingi Joko Widodo sebagai wakil wali kota. Setelah Jokowi terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 2012, ia menduduki jabatan sebagai Wali Kota Solo hingga saat ini.(ASA)