JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Akibat Gerakan Jateng di Rumah Saja Aktivitas Pasar Tradisional di 25 Kecamatan se Wonogiri Turun 80 Persen Padahal Pemkab Tak Mengambil Kebijakan Penutupan Pasar

Pasar Kota Wonogiri. JSNews. Aris Arianto
Pasar Kota Wonogiri. JSNews. Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pelaksanaan gerakan Jateng di rumah saja dimulai, Sabtu (6/2/2021). Kendati masih di hari pertama, dampak dari kebijakan itu sudah dirasakan masyarakat Wonogiri.

Dampak yang terasa khususnya di sektor perekonomian. Dimana terjadi penurunan aktivitas di semua pasar tradisional. Penurunan aktivitas bahkan disebut-sebut mencapai lebih dari 75 persen.

Baca Juga :  Kabar Duka, Warga Dukuh Desa Gemantar Kecamatan Selogiri Wonogiri Ditemukan Meninggal Gantung Diri Menggunakan Stagen

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKM dan Perindag) Wonogiri, Wahyu Widayati mengungkapkan, semua pasar tradisional dalam kondisi sepi aktivitas. Penurunannya bahkan sampai 80 persen.

Baca Juga :  La Nina Mengancam Jelang Akhir Tahun, Bisa Timbulkan Aneka Bencana Hingga Merenggut Korban Jiwa Seperti 2017 Lalu

“Aktivitas ekonomi pasar di seluruh Wonogiri mengalami penurunan, rata-rata 80 persen,” ujar dia.

Advertisement

Kondisi itu tidak hanya terjadi pada satu dua pasar. Namun menyeluruh di semua pasar tradisional yang ada di 25 kecamatan se-Wonogiri.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua