JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Aturan Gubernur Dinilai Tak Jelas, Banyak Warga Sragen Tak Peduli dan Tetap Nekat Keluar Rumah Beraktivitas. Dodok Kecewa Tapi Terpaksa Liburkan 200 Karyawannya

Ilustrasi razia masker. Foto/Humas Polda

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gerakan dua hari di rumah saja yang digulirkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tak sepenuhnya diindahkan di Sragen.

Tidak adanya kejelasan dari aturan itu membuat warga sebagian nekat tetap beraktivitas dan keluar rumah.

Hasil pantauan di lapangan, selama dua hari Sabtu-Minggu (6-7/2/2021) masih banyak warga yang berkeliaran di luar rumah dan tempat usaha yang tetap buka.

Kondisi di lapangan selama Sabtu-Minggu tadi situasi di wilayah Sragen dan sekitarnya tidak berbeda dibanding akhir pekan sebelumnya.

Masih banyak warga yang keluar rumah. Maupun tempat usaha yang mengelar dagangannya. Meskipun masih ada yang patuh dan mengikuti himbauan Gubernur.

Salah satu pengusaha kuliner yang menutup usahanya selama 2 hari terakhir yakni Dodok Sartono. Pihaknya menyampaikan seluruh cabangnya di jawa tengah tidak beroperasi.

Sekitar 200 karyawan terpaksa diliburkan untuk menghormati himbauan Gubernur.

”Ini Ikhtiar kita sebagai partisipasi warga negara yang baik kita liburkan karyawan dan menyemprot disinfektan untuk sterilkan area pelayanan,” terangnya.

Baca Juga :  Komposisi NPK Bersubsidi Dirombak, Pupuk Indonesia Kenalkan Produk Pupuk Baru Phonska Organik Cair. Diklaim Tingkatkan Produksi Hingga 61 %

Meski mengikuti himbauan, pihaknya menyesalkan tidak ada langkah yang tegas dari pemerintah agar pandemi Covid-19 segera selesai. Ternyata masih banyak tempat usaha yang buka dan masyarakat yang tidak patuh.

Dia menilai karena tidak ada ketegasan dan aturan yang jelas dari pemerintah. Dia meminta pemerintah konsisten dengan aturan.

”Tidak ada tindakan-tindakan yang jelas. Kalau seperti ini terus trust ke pemerintah untuk penanganan pandemi lama-lama ya turun,” tuturnya.

Sebagai pelaku usaha, Covid-19 menyampaikan dampak di sektor kuliner. Penurunan saat pandemi penurunan omset sampai 40 persen.

Lantas ketika ada kebijakan Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) omset kembali turun 30 persen.

”Makanya ini sekalian kita liburkan biar ada segera kepastian untuk dunia usaha,” tandasnya.

Dia menyampaikan masukan agar pemerintah mengeluarkan aturan dengan sanksi maupun apresiasi yang jelas.

Baca Juga :  45 Warga Sragen Dinyatakan Terpapar dan 5 Orang Meninggal Hari Ini, Jumlah Kasus Capai 5751, 5237 Sembuh dan 377 Meninggal Dunia

”Kalau aturannya jelas dan tegas, masyarakat ya nurut. Dari Gubernur menyampaikan tidak ada punishment, itu yang membuat masyarakat tidak memperhatikan,” kata Dodok.

Sementara, dari Personel gabungan yang terdiri dari polisi, TNI, hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen melaksanakan patroli selama diberlakukannya program dua hari di rumah saja.

Kepala Seksi (Kasi) Kerjasama dan Bina Potensi Masyarakat Satpol PP Sragen, Joko Pinarno menjelaskan terkait dua hari di rumah saja, pihaknya patroli sebanyak lima kali.

Selama diberlakukannya dua hari di rumah saja, pihaknya menyasar kerumunan.

”Baik itu pelaku usaha maupun masyarakat umum yang berkerumun akan kami datangi. Siapa saja diizinkan beraktivitas tapi protokol kesehatan harus ditegakkan,” terangnya.

Selain operasi yustisi tingkat kabupaten, pelaksanaan juga digelar di tingkat kecamatan. Mulai dari jogo tonggo, polsek, dan koramil juga berpatroli dalam rangka giat dua hari di rumah saja. Wardoyo