JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Hati-hati, Virus Corona Bisa Bertahan Berhari-hari di Permukaan Masker. Ini Tips Aman dari Peneliti LIPI

Ilustrasi masker medis. Foto: pexels.com

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Hasil penelitian menunjukkan bahwa virus Corona penyebab Covid-19 bisa bertahan hingga berhari-hari di permukaan benda. Bahkan di bagian dalam masker bedah dapat ditemukan setelah 7 hari dan lebih lama lagi pada bagian luar.

Fakta tersebut disampaikan peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ratih Asmana Ningrum, dalam diskusi mengenai pengelolaan limbah masker pada masa pandemi Covid-19, Selasa (16/2/2021) pekan lalu.

Menurut Ratih, SARS-CoV-2 memiliki stabilitas atau ketahanan yang berbeda pada setiap material. “Ternyata stabilitas virusnya di masker bedah di bagian dalam itu tujuh hari dan di bagian luar lebih dari tujuh hari,” kata peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI itu.

Ia memastikan, virus itu bisa ditemukan di bagian dalam masker yang dipakai oleh orang terinfeksi Covid-19. Sedang pada bagian luar masker yang dikenakan oleh orang yang tidak terinfeksi virus corona kemungkinan juga bisa ditemukan yang sama.

Baca Juga :  Ini Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Ketikat Sakit Tenggorokan

Ratih menjelaskan pula, virus SARS-CoV-2 bisa bertahan sampai 12 hari pada alat pelindung diri yang berbahan plastik, 14 hari pada alat berbahan stainless steel (baja tahan karat), empat hari pada sarung tangan karet, enam hari pada sarung tangan nitrile, satu hari pada kain katun, dan 21 hari pada masker N95.

Virus yang menempel pada masker dan alat pelindung diri yang lain, menurut dia, bisa dimatikan melalui proses disinfeksi. Dia menyebut semua tipe disinfektan bisa digunakan. “Baik yang digunakan di fasilitas kesehatan maupun yang sederhana seperti pemutih di rumah tangga,” kata Ratih.

Baca Juga :  Cara Mudah Atasi Problem Bibir Pecah-Pecah, Jangan Pakai Air Liur

Inaktivasi virus, ia melanjutkan, juga bisa dilakukan dengan memanaskan perlengkapan pada suhu 70 derajat Celsius selama lima menit atau merendamnya dalam larutan disinfektan selama lima menit. “Yang paling utama adalah disinfeksi itu harus dilakukan sedini mungkin,” katanya.

Ratih mengatakan, pengelolaan limbah medis di tingkat rumah tangga bisa dilakukan dengan memisahkannya dari sampah rumah tangga lalu mendisinfeksinya menggunakan alkohol. Sedang limbah medis dari tempat perawatan pasien Covid-19 di fasilitas kesehatan membutuhkan penanganan khusus.

Dia mencontohkan, limbah medis dari penanganan pasien Covid-19 di fasilitas kesehatan bisa disterilisasi menggunakan alat sterilisasi autoklaf.

Penanganan khusus terhadap limbah medis, termasuk masker sekali pakai penting dilakukan demi mencegah penyebaran virus Corona.

www.tempo.co