JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Nggak Kuat Diberondong Pertanyaan, Pengecer Pupuk Haji Kasim Langsung Klepek-Klepek Lalu Tewas Mendadak Saat Rapat Masalah Kelangkaan

Ilustrasi jasad.

MAKASSAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang pengecer pupuk asal Jeneponto, Sulawesi Selatan dinyatakan meninggal dunia saat dicecar pertanyaan bertubi-tubi dari panelis. Hal itu berlangsung Kamis (4/2/2021) pada rapat koordinasi membahas masalah kelangkaan pupuk.

Diketahui korban meninggal bernama H. Kasim salah satu pengecer yang beralamat di Desa Bulu Sibatang.

Peristiwa itu dibenarkan Kabag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul Regama. Ia mengatakan, H.Kasim meninggal di Kantor Desa Bulusitabang.

“Almarhum meninggal dunia saat acara rapat kelangkaan pupuk di Kantor Desa Bulusibatang,”ujar AKP Syahrul.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jawa Tengah, Rabu 14 April 2021: Curah Hujan Berkurang, Kota Solo Berawan Sepanjang Hari

Syahrul pun menceritakan kronologi meninggalnya H. Kasim, semua berawal saat almarhum diundang ke Kantor Desa Bulu Sibatang untuk membahas kelangkaan pupuk.

Namun ketika ia dicecar beberapa pertanyaan dalam sesi tanya jawab, korban pun langsung terjatuh di kursi yang ia tempati.

“Awalnya rapat berjalan normal, dari sesi pertama hingga sesi tanya jawab ketiga. Namun memasuki sesi tanya selanjutnya, korban tiba tiba terjatuh dari kursinya hingga tak sadarkan diri,” jelasnya.

Ia melanjutkan, ketika korban terjatuh dan tak sadarkan diri, ia dirujuk ke Puskesmas setempat, namun dalam perjalanan korban pun menghembuskan nafas terakhirnya.

Baca Juga :  Viral Kelakuan Bejat Oknum Petugas DLLAJ Ngamuk Saat Kepergok Minta Uang Rp 50.000 ke Sopir Truk yang Kena Tilang. Kernet Truk Sudah Bilang Nggak Punya Uang, Masih Dipaksa Suruh Bayar

“Sesaat korban tak sadarkan diri, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Bulusibatang guna dilakukan pertolongan pertama, namun dalam perjalanan tepatnya di kampung Cabiri, korban meninggal dunia,” pungkasnya.

Ia menambahkan dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh beberapa tamu undangan.

“Yakni Anggota Dewan Hartono, dari Kantor Dinas pertanian, Kepala Desa Bulusibatang serta ketua BPD Desa Bulusibatang serta para anggota kelompok tani,” tutupnya.

www.teras.id