JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kebut Program Vaksinasi Covid-19, Presiden Jokowi Sebut di Bulan Ramadhan Penyuntikan Vaksin Tetap Bisa Dilakukan

Presiden Joko Widodo mengumumkan pemberian vaksin Covid-19 untuk masyarakat akan digratiskan. Foto: YouTube/Sekretariat Presiden

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemerintah saat ini tengah gencar menjalankan program vaksinasi Covid-19 terhadap masyarakat Indonesia. Ditargetkan sebanyak 182 juta warga akan diberi suntikan vaksin Covid-19.

Demi mendukung tercapainya target tersebut, pemerintah berencana untuk tetap melaksanakan penyuntikan vaksin Covid-19 selama bulan Ramadhan dengan penyesuaian.

“Bulan puasa mungkin kita akan tetap vaksinasi, yaitu di malam hari. Kemudian yang di siang hari di daerah-daerah yang nonmuslim,” kata Jokowi dalam dialog dengan para pemimpin redaksi media nasional di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2021).

Baca Juga :  Takut Disuntik Vaksin Covid-19 Gara-gara Baca Informasi Hoaks, Warga Satu Dusun Pilih Kabur dan Sembunyi di Hutan

Bulan Ramadhan tahun ini diperkirakan akan jatuh pada 13 April mendatang atau kurang dari dua bulan ke depan.

Sebelumnya, Jokowi menargetkan sebanyak 182 juta warga Indonesia akan bisa mendapatkan vaksin Covid-19 pada 2021 ini. Meski begitu, ia mengatakan hal ini harus dilakukan dengan upaya yang maksimal.

Jokowi mengatakan Indonesia memiliki 30.000 vaksinator. Jumlah tersebut masih akan ditambah 9.000 vaksinator dari unsur TNI/Polri.

“Artinya kita punya 39.000 vaksinator, kalau satu vaksinator bisa menyuntik 30 orang dalam sehari, artinya sehari kita bisa seharusnya kurang lebih 1,2 juta orang disuntik (vaksin Covid-19),” kata Jokowi.

Baca Juga :  Viral Video Emak-emak Santai Kendarai Motor Matic Masuk Tol Jagorawi, Tak Pakai Helm dan tak Bawa STNK

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di tempat terpisah juga telah menegaskan bahwa vaksinasi harus berjalan secepat mungkin. Hal ini dilakukan karena belum ada temuan meyakinkan terkait berapa lama antibodi yang dimunculkan vaksin itu bisa bertahan dalam tubuh.

“Semakin cepat semakin baik. Jangan sampai nanti kekebalan tubuhnya selesai, program vaksinasinya belum selesai,” kata Budi.

www.tempo.co