JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Sedulur Wonogiri Jangan Lengah, Meskipun Cenderung Aman dari Tsunami 20 Meter Namun Kawasan Karst Wonogiri Selatan Berpotensi Runtuh Ketika Digoyang Gempa Bumi

Bentangan bukit karst di pantai Sembukan Paranggupito Wonogiri. JSNews. Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Ini peringatan bagi warga Wonogiri terkait potensi gempa bumi yang bisa memicu tsunami. Kendati dikatakan cenderung aman ketika ada tsunami 20 meter lantaran pantai Wonogiri secara topografis berupa tebing tinggi, tetap ada ancaman lainnya.

Ancaman itu yakni wilayah karst yang rawan runtuh ketika diguncang bencana gempa bumi. Untuk diketahui sebagian wilayah Wonogiri adalah bentang alam karst.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat ditemui wartawan di Pendopo Rumdin Bupati Wonogiri, Kamis (18/2/2021), menegaskan, pihaknya berkunjung ke Wonogiri untuk menguatkan mitigasi bencana khususnya bencana gempa bumi dan tsunami. Dia mengakui bahwa bentang karst Pegunungan Seribu yang melintasi Wonogiri memiliki ekosistem yang menurutnya sangat unik.

“Wilayah ini rentan terhadap potensi gempa bumi dan tsunami,” tandas dia.

Baca Juga :  Info COVID-19 Wonogiri, Total Kasus Sudah Tembus 3.000 yang Sembuh 2.877 Orang Sedangkan Pasien Meninggal 129 Orang

Menurut dia aktivitas kegempaan yang dicatat BMKG belakangan ini meningkat dibandingkan data rata-rata di tahun lalu di beberapa wilayah di Indonesia. Wilayah-wilayah itu yakni Aceh, Nias, Bengkulu, Lampung, Selatan Banten, Selatan Jawa Barat dan Selatan Jawa Tengah di sekitar Wonogiri dan Pacitan Jawa Timur.

“Di Samudra Hindia kami mencatat peningkatan kejadian gempa-gempa yang kekuatannya mencapai magnitudo 5,” kata dia.

Menurut dia, disepanjang selatan Wonogiri, terdapat sejumlah infrastruktur yang strategis misalnya jalan lintas selatan. Dimana jalan itu menjadi jalur penghubung pulau jawa dibagian selatan.

Dwikorita menyebut, belajar dari kejadian-kejadian yang sudah pernah terjadi. Gempa-gempa besar tidak seketika terjadi, namun diawali oleh gempa-gempa kecil.

“Kita tidak berdoa untuk menunggu gempa besar, tapi ini langkah mitigasi, mengantisipasi dan menyiapkan apabila terjadi gempa yang merusak dengan kekuatan 6 ke atas. Karena pada 1840-an, pernah terjadi gempa bumi di zona ini dengan kekuatan sekitar 8, 7,” papar dia.

Baca Juga :  Waspada Sedulur Wonogiri, Hingga April 2021 Diperkirakan Turun Hujan dengan Curah Sampai di Atas Normal Namun Tidak Merata, ini Sebarannya

Pihaknya menekankan kesiapsiagaan masyarakat dan wilayah karst yang diatasnya terdapat infrastruktur vital itu. Sehingga, perlu dilakukan kajian dan mitigasi. Agar bencana yang nantinya timbul tidak menimbulkan kerugian materiil dan jiwa.

Sementara, Pelaksana Harian (Plh) Bupati Wonogiri Haryono mengatakan apabila tsunami resiko dampak yang terjadi kecil. Namun gempa di kawasan karst yang rawan runtuh saat digoyang gempa kuat harus dilakukan mitigasi dan kajian. Pihaknya juga diminta untuk memetakan kawasan karst yang rawan runtuh ketika terjadi gempa bumi. Aria