JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Tekan Penyebaran Covid-19, Arab Saudi Tutup Pintu Kedatangan dari Indonesia dan 19 Negara Lainnya. Berlaku Mulai Rabu Hari Ini

Tangkapan layar video suasana Tawaf di Mekkah dalam rangkaian ibadah haji tahun ini yang memberlakukan social distancing. Foto: Twitter

RIYADH, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemerintah Arab Saudi kembali memberlakukan pembatasan kunjungan dari luar negeri demi menekan penyebaran Covid-19 di negara tersebut. Mulai Rabu (3/2/2021) hari ini, kedatangan dari Indonesia dan 19 negara lainnya, tidak akan diizinkan masuk ke Arab Saudi.

Namun izin masuk masih bisa diberikan bagi sejumlah kelompok, di antaranya diplomat, warga negara Arab Saudi, dan tenaga medis beserta keluarga mereka. Meski demikian, prosedur kesehatan ketat tetap diberlakukan.

“Pembatasan kedatangan tersebut akan mulai diberlakukan pada pukul 9 malam (waktu setempat), dengan pengecualian untuk diplomat, petugas medis, beserta keluarga mereka,” tulis pernyataan pers Pemerintah Arab Saudi, Rabu (3/2/2021), seperti dikutip Tempo.co dari Arab News.

Baca Juga :  Ternyata Jumlah Kasus Baru Positif Covid-19 di Cina Kembali Naik, Sehari Muncul 14 Kasus Baru

Selain dari Indonesia, pembatasan sementara tersebut juga diberlakukan untuk kedatangan dari negara Uni Emirat Arab, Mesir, Lebanon, Turki, Amerika Serikat, dan Inggris.

Kemudian juga dari Jerman, Prancis, Italia, Irlandia, Portugal, Swiss, Swedia, Brasil, Argentina, Afrika Selatan, India, Pakistan, serta Jepang.

Pemerintah Arab Saudi menambahkan bahwa pembatasan sementara tersebut juga berlaku untuk kedatangan yang transit di 20 negara terkait. Adapun rentang waktu pembatasan sementara yang ditetapkan adalah 14 hari.

Pemerintah Arab Saudi mengambil langkah ini usai menimbang situasi pandemi Covid-19 secara global. Munculnya varian baru Covid-19 menjadi sumber kekhawatiran pemerintah Saudi, mengingat belum semua vaksin bisa menangani varian baru itu dengan efektif.

Baca Juga :  28 Anak-Anak di Gaza Meninggal Akibat Serangan Israel

Kebijakan ini bukan pertama kali diterapkan pemerintah Arab Saudi. Larangan serupa juga pernah diberlakukan pada Desember 2020 setelah muncul varian baru virus corona di Inggris.

Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga Selasa (2/2/2021), kasus positif Covid-19 di Arab Saudi telah mencapai 368.329 kasus, dengan 6.379 kasus kematian.

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, melalui akun media sosial Facebook, meminta WNI yang berada di dalam maupun di luar Arab Saudi untuk memperhatikan perkembangan terbaru ini dan menyesuaikan rencana perjalanan mereka.

www.tempo.co