JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Terlalu Kemproh dan Meresahkan, Warga Kebakkramat Karanganyar Geruduk Dinas Tuntut Peternakan Babi Nangsri Segera Ditutup. Oh Ternyata Sudah Lama Lapor Dinas Tapi No Respon!

Warga Nangsri, Kebakkramat, Karanganyar saat menggeruduk dinas menuntut peternakan babi ditutup. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM
Sejumlah warga RT 02/10 Dusun Kauman, Desa Nangsri, Kecamatan Kebakramat, menggeruduk kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) setempat, Kamis (18/2/2021).

Mereka mengadukan soal peternakan babi yang berada di wilayah mereka yang dianggap terlalu jorok dan sangat menganggu lingkungan.

Warga mengaku terpaksa menggelar aksi karena sudah tak tahan dampak limbah peternakan babi yang dinilai menyengsarakan warga.

Salah satu perwakilan warga, Parjo mengatakan warga terpaksa bergerak lantaran keberadaan peternakan babi itu sudah sangat meresahkan.

Di mana pemilik peternakan membuang limbah sembarangan langsung ke sungai. Bahkan bangkai babi yang mati, juga ikut langsung dibuang ke aliran sungai.

Baca Juga :  Partai Golkar Karanganyar Targetkan 17 Kursi di Pileg 2024, Ilyas Akbar: Realistis

“Kemarin sudah rapat RT. Seluruh warga setuju ternak babi tersebut harus pindah,” ujarnya kepada wartawan.

Parjo menguraikan laporan kepada dinas terkait sebenarnya sudah lama, namun tidak ada tindak lanjut.

Karena tidak ada tanggapan akhirnya sebagian warga memberanikan diri untuk melapor agar segera ditindaklanjuti.

“Kami berharap agar ada tindak lanjut laporan warga ini. Peternakan tersebut jelas sangat mengganggu,” tandasnya.

Ditambahkan, awalnya peternakan babi tersebut kecil dan hanya puluhan ekor babi. Namun peternakan tersebut dijual kepada orang lain. Dan saat ini jumah ternaknya lebih dari 1000.

“Di wilayah kami ada 3 peternakan berlokasi berdekatan. Bahkan ada satu peternakan yang menempel dengan rumah warga. Sekali lagi kami mendesak kepada Pemkab Karanganyar agar peternakan ini segera ditertibkan,” tandasnya.

Baca Juga :  Partai Golkar di 7 Kabupaten/Kota Belum Gelar Musda, Juliyatmono: Lewat Akhir Februari, Kepengurusan Diambil Alih DPD I

Faturrahman, staf kesehatan hewan Dinas Perikanan dan Peternakan menjelaskan aspirasi masyarakat yang mengeluhkan keberadaan kandang babi, akan dibicarakan lebih lanjut dengan Satpol PP untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Segera kita lakukan koordinasi dengan Satpol PP mas,”ujarnya singkat.

Sementara itu, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Karanganyar Joko Nugroho ketika dikonfirmasi segera mengumpulkan para pihak untuk dilakukan dialog.

“Kita baru menerima aduan dari masyarakat. Segera kita kumpulkan para pihak termasuk pemilik peternakan,” tandasnya. Wardoyo