JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tewas Gantung Diri, Mengapa Tubuh Mbah Tumini Ditemukan Tergeletak di Lantai Kandang Ayam. Tapi Talinya Masih Melilit di Leher

Tim Polsek, Koramil dan warga saat melakukan identifikasi nenek yang tewas bunuh diri di Wonorejo, Kalijambe, Sragen, Minggu (28/2/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga di Desa Wonorejo, Kecamatan Kalijambe, Sragen digegerkan dengan aksi bunuh diri yang dilakukan warga setempat, Minggu (28/2/2021) petang.

Tumini (61) warga Dukuh Blagungrejo RT 14, ditemukan tewas mengenaskan dengan posisi menggantung. Nenek malang itu mengakhiri hidupnya dengan menggantung di blandar kandang ayam belakang rumahnya.

Namun ada fakta yang menarik dari kasus bunuh diri Mbah Tumini. Saat ditemukan, tubuhnya sudah tidak lagi menggantung. Akan tetapi sudah tergeletak di lantai kandang ayam.

“Iya, tadi saat pertama kali ditemukan, kondisinya sudah tergeletak di lantai kandang ayam. Diduga memang sempat terjatuh saat gantung diri. Tapi tali pengikat masih tertinggal di leher,” papar Kades Wonorejo, Edi Subagyo, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (28/2/2021) malam.

Baca Juga :  Sebelum Tewas, Perangkat Desa Kecik yang Kesetrum Jebakan Tikus Masih Sempat Ditolong dan Diguyur Pakai Air. Ini yang Kemudian Terjadi..

Data yang dihimpun di lapangan, korban ditemukan meninggal sekitar pukul 18.30 WIB. Korban diketahui kali pertama oleh suaminya sendiri, Warno (64) sehabis magrib.

Saat itu, Warno bingung mencari istrinya yang tidak kelihatan. Setelah dicari-cari, ia terkejut mendapati sang istri sudah meregang nyawa dengan posisi tergeletak di kandang ayam.

Warno langsung histeris dan berteriak minta tolong. Tak lama berselang, warga berdatangan disusul aparat Polsek setempat. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dilanjutkan identifikasi.

Kades Wonorejo, Edi Subagyo membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya korban sehari-hari diketahui berprofesi sebagai petani.

Baca Juga :  Update Covid-19 Sragen 14 April 2021, 28 Warga Kembali Positif Terpapar, 5.327 Sembuh dan 388 Meninggal Dunia

Selama ini korban tinggal berdua dengan suaminya. Sedangkan dua anaknya semuanya merantau di Jakarta.

“Tadi ditemukan habis magrib. Menggantungnya di kandang ayam dan diketahui oleh suaminya,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (28/2/2021).

Edi menuturkan perihal pemicu, hingga kini belum diketahui secara pasti. Sebab dari riwayatnya, korban tidak ada riwayat penyakit atau masalah lainnya.

“Selama ini kelihatannya juga tidak ada masalah dalam keluarganya. Pemicunya belum diketahui,” terang Kades.

Untuk sementara, jenazah masih disemayamkan di rumah duka. Pemakaman dimungkinkan dilakukan esok hari karena menunggu kepulangan anaknya dari Jakarta. Wardoyo