JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Total Kerugian Akibat Bencana Angin Kencang di Kecamatan Nguntoronadi Alias Betal Wonogiri Tembus 1,3 Miliar Sedangkan Jumlah Rumah Rusak Mencapai 540 Unit dan 1 Korban Meninggal

Kerja bakti pasca bencana angin kencang di sejumlah wilayah Wonogiri akhir Januari lalu. Dok. Kodim 0728

IMG 20210201 WA0005
Kerja bakti pasca bencana angin kencang di sejumlah wilayah Wonogiri akhir Januari lalu. Dok. Kodim 0728

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Akhir Januari lalu sejumlah Kecamatan di Wonogiri dilanda bencana angin kencang. Khusus untuk wilayah Kecamatan Nguntoronadi atau Betal terdata total kerusakan maupun kerugian cukup besar.

Menurut Camat Nguntoronadi Endrijo Rahardjo, bencana angin kencang di wilayahnya berdampak pada kerusakan dan kerugian besar. Sedikitnya 540 rumah rusak dengan beragam kategori, satu korban meninggal, dan kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

“Bencana angin kencang terjadi pada Minggu (31/1). Berdasarkan data kami, ada 540 rumah warga yang rusak. Taksiran kerugiannya sekitar Rp 1.342.500.000,” ungkap Camat, Selasa (2/2/2021).

Ratusan rumah warga yang rusak itu tersebar di enam desa/kelurahan. Meliputi Desa Gebang, Bumiharjo, Wonoharjo, Bulurejo, Kulurejo dan Kelurahan Kedungrejo. Kerusakan rumah-rumah warga bervariasi, mulai rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat.

Baca Juga :  Ada 212 di Rutan Kelas IIB Wonogiri, Ternyata oh Ternyata Ada Kaitannya dengan Remisi Idul Fitri

“Rata-rata rusak ringan seperti tersapunya genting rumah warga. Yang berat itu ada yang sampai ambruk,” jelasnm dia.

Rumah warga yang ambruk itu menurut dia ada yang karena tak kuat menahan terjangan angin kencang. Namun ada pula yang ambruk usai rumahnya tertimpa pohon tumbang. Sejumlah kendaraan milik warga juga ada yang rusak tertimpa pohon tumbang.

Satu orang meninggal dunia tertimpa pohon jati yang tumbang. Korban adalah Sutarto (50) warga Lingkungan Nglarangan Kelurahan Beji.

Baca Juga :  Mau Gelar Resepsi Usai Lebaran di Wonogiri? Seperti ini Tatacara dan Aturannya Lur

Pasca bencana, selama dua hari terakhir ini Forkompimcam bersama dengan relawan, TNI/Polri, perangkat desa dan masyarakat bekerjasama membersihkan jalan dan membantu membangun rumah warga. Pihaknya juga mengusulkan bantuan kepada Dinas Ketahanan Pangan Provinsi.

“Kalau rumah warga yang rusak berat, terpaksa diungsikan. Tapi, mengungsinya tidak sampai ke luar daerah,” kata dia.

Dia juga menyebutkan saat hujan deras melanda di daerah hulu, aliran Sungai Wiroko kerap meluap. Imbasnya menggenangi jalan maupun rumah warga di Dusun Karangturi Desa Bulurejo. Namun genangan biasanya tidak berlangsung lama alias cepat surut. Aria