JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Beredar Video Menumis Cabai Rawit Keluar Cat Oranye di Facebook, Polisi Cari Penjual di Banyuwangi

Tangkapan layar video viral yang memperlihatkan cabai rawit mencair saat ditumis. Foto: Facebook

SURABAYA, JOGLOSEMARNEWS.COM Kepolisian Daerah Jawa Timur bergerak menyelidiki sebuah video viral yang memperlihatkan dugaan adanya cabai rawit yang mengandung cat di Banyuwangi.

Dalam video yang diunggah oleh akun Facebook Agung Emfet Putra Blambangan itu, diperlihatkan cabai rawit yang sedang ditumis di atas wajan. Namun kemudian keluar cairan menyerupai cat berwarna oranye.

Lombok iso dicat lho. Deloken to. Ati-ati tenan dulur-dukur kabeh, konco-konco kabeh lek tuku lombok lek ngumbah sing tenanan. Lho iki lho, cat iki lho. Cat oren warna lombok iki lho (Cabai bisa dicat lho. Lihat ini. Hati-hati saudara-saudara semua, teman-teman semua. Kalau beli cabai yang mencuci yang bersih. Ini lho, cat ini lho. Cat warna oranye cabai),” suara pria dalam video itu.

Baca Juga :  Tragis, Dibakar Cemburu, Mantan Narapidana di Cianjur Ini Tega Bakar Kekasihnya Sendiri

Terkait video yang viral tersebut, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan, pihaknya kini masih melakukan penyelidikan.

“Polresta Banyuwangi masih melakukan pendalaman terkait video tersebut,” kata Kombes Gatot di Mapolda Jatim, Surabaya, seperti dikutip Liputan6.com dari Antara, Selasa (23/3/2021).

Kombes Gatot menambahkan, pembuat video juga telah dimintai keterangan oleh Polresta Banyuwangi. Menurut keterangan pembuat video, cabai rawit yang diduga diolesi cat pewarna itu dibeli oleh neneknya.

Saat ini pihak Polresta Banyuwangi juga sedang mencari pelaku penjual cabai rawit yang diduga diolesi cat, seperti yang terlihat dalam video. Hal tersebut guna memastikan apakah cabai rawit yang dijual benar telah diberi pewarna cat.

Baca Juga :  Emak-emak Ini Menantang Petugas Siap Masuk Penjara Saat Terjaring Penyekatan Arus Mudik

“Penyelidik Polresta Banyuwangi juga sudah mengambil sampel cabai rawit dimaksud untuk diuji di Labfor Polda Jatim,” ujarnya.

Sementara itu, pemilik akun Facebook Agung Emfet Putra Blambangan, dalam unggahan lainnya, menegaskan bahwa tujuannya mengunggah video tersebut guna memperingatkan netizen lainnya agar lebih berhati-hati saat membeli cabai rawit sehingga tidak menjadi korban seperti dirinya dan keluarga.

“Sekali lagi untuk semua teman FB saya atau yang membagikan video saya, saya tidak ingin viral. Tujuan saya cuma memberi tahu teman-teman di FB saya biar hati-hati kalau beli cabai. Soalnya keluarga saya sendiri korbannya dan kalau saya hoaks barang bukti ada dan gak rekayasa,” tulisnya. Liputan 6