JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Diterpa Badai Pandemi, 3.000an Buruh di Sragen Terpaksa Harus Pasrah Jadi Pengangguran Baru. Tak Bisa Tuntut Pesangon, SPSI Sindir Bukan Di-PHK Tapi Dirumahkan Dulu!

Rawuh Supriyanto. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Sragen melansir ada sekitar 3000an buruh di Sragen yang kini terpaksa jadi pengangguran baru.

Mereka kehilangan pekerjaan karena dirumahkan oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Badai pandemi covid-19 yang melanda hampir setahun lebih, menjadi alasan perusahaan terpaksa melakukan pengurangan karyawan atau buruh.

Baca Juga :  Terungkap, Ada Noda Darah Misterius di Sprei Kasur Kamar Nyonya Sambo. Darah Siapa Gerangan?

“Ada sekitar 3000an (buruh). Tapi sekarang perusahaan itu pinter, bahasanya tidak di-PHK (pemutusan hubungan kerja). Akan tetapi istilahnya dirumahkan dulu. Jadi sekarang itu sepertinya nggak ada istilah PHK tapi yang ada dirumahkan,” papar Ketua SPSI Sragen, Rawuh Supriyanto, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (23/3/2021).

Rawuh menguraikan buruh yang dirumahkan itu mayoritas memang berstatus buruh kontrak. Sehingga secara aturan mereka memang akhirnya kehilangan hak menuntut pesangon.

Baca Juga :  Ini Rincian Tunggakan Retribusi 3 Kios Mewah di Pungkruk yang Disegel Petugas. Totalnya Bikin Geleng Kepala

Selain itu posisi buruh yang diangkat secara kontrak sesuai aturan di UU Tenaga Kerja, memang sangat lemah untuk menuntut apalagi ketika mereka terpaksa harus diberhentikan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com