JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Geger Mayat Janin Hasil Aborsi Ditemukan Mengambang di Bengawan Solo Desa Pilang Masaran. Sempat Dikira Bangkai, Diperkirakan Baru Umur 5 Bulan

Tim kepolisian, medis dan PMI serta relawan saat melakukan olah TKP dan identifikasi mayat janin bayi yang ditemukan mengambang di Bengawan Solo wilayah Masaran, Sragen, Kamis (18/3/2021) malam. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Sragen digegerkan dengan penemuan mayat janin bayi, Kamis (18/3/2021) malam.

Janin yang diduga hasil aborsi itu ditemukan mengambang di aliran Sungai Bengawan Solo di wilayah Dukuh Pilang Lor RT 10, Desa Pilang, Kecamatan Masaran.

Data yang dihimpun di lapangan, mayat janin bayi itu ditemukan sekitar pukul 18.25 WIB. Ditemukan kali pertama oleh Suburyanto, salah satu warga yang hendak memancing ikan di sungai lokasi kejadian.

Saat memancing, ia mendadak curiga dengan penampakan sesosok benda mengambang tersangkut ranting bambu di tepian sungai.

Baca Juga :  Innalillahi, Usai Salat Idul Fitri, Petani di Ngrampal Sragen Ditemukan Tewas Kesetrum Jebakan Tikus di Sawahnya. Ada Temuan Luka Bakar

Sempat dikira bangkai, setelah didekati ternyata benda itu adalah sesosok mayat bayi yang belum sempurna. Temuan itu kemudian dilaporkan ke warga lain dan diteruskan ke kepolisian.

Tak lama berselang, tim Polres, Polsek, PMI, BPBD dan relawan langsung terjun ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi jasad bayi malang itu.

“Saat ditemukan posisinya tersangkut ranting bambu dan sudah mengeluarkan bau. Memang belum sempurna ujud bayi tapi sudah berbentuk,” ujar Yanto, salah satu saksi warga.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi melalui Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Suwarso membenarkan penemuan mayat janin bayi tersebut. Menurutnya, dari hasil olah TKP dan identifikasi, mayat janin bayi itu diperkirakan berusia lima bulan kandungan.

Baca Juga :  Tragedi Setrum Jebakan Tikus Perenggut Nyawa di Sragen, Iwan Supardi Jadi Korban Tewas ke-16. Tewas Tepat di Hari Idul Fitri

Dari kondisinya, janin itu diduga sengaja dilahirkan paksa sebelum waktunya dan kemudian dibuang.

“Perkiraan usianya lima bulan, jenis kelamin perempuan. Tadi setelah dilakukan olah TKP, janin bayi tersebut kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit,” terangnya.

Menurutnya, saat ini kasus itu masih dalam penyelidikan. Tim dari Satreskrim masih mendalami dengan meminta keterangan saksi-saksi. Wardoyo