JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Hujan Bikin Sungai Buntung di Yogya Meluap, Puluhan Rumah Warga Tergenang Banjir

Puluhan warga RT 22 Kampung Blunyahrejo, Tegalrejo, Kota Yogyakarta gotong royong bersihkan sisa lumpur akibat banjir, Rabu (3/3/2021) / tribunnews
PPDB
PPDB
PPDB

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Hujan deras yang melanda Kota Yogyakarta, Rabu (3/3/2021) siang kemarin membawa petaka tersendiri bagi warga.

Pasalnya, hujan telah mengakibatkan sungai Buntung dikawasan Blunyahrejo, Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tegalrejo meluap.

Dan, dalam waktu setengah jam saja, puluhan rumah warga tergenang banjir. Tak ayal, warga pun harus gotong royong, bahu membahu untuk membersihkan lumpur bekas luapan air sungai Buntung.

Ketua RT 22 Blunyahrejo, Sunarjo menjelaskan, banjir di kampungnya itu terjadi sekitar pukul 13.15 lewat.

Ada empat RT yang terdampak banjir di Blunyahrejo yakni RT 21, 22, 23, dan 25.

Hingga pukul 16.51 warga RT 22 masih sibuk membersihkan sisa-sisa lumpur yang terbawa arus banjir.

Pria berusia 61 tahun itu mengatakan, sebelum air sungai masuk ke pemukiman, warga di empat RT tersebut sudah mengantisipasi dengan cara mengamankan barang berharga masing-masing warga.

“Pokoknya kalau hujan deras melebihi satu jam, warga sini selalu siaga dan sama-sama memantau. Dan dipastikan air sungai pasti meluap,” jelas Sunarjo saat ditemui Tribun Jogja, Rabu (3/3/2021).

Baca Juga :  Vaksinasi Covid-19 untuk Pelaku Wisata Hingga Lansia di Yogya Digeber

Ia menambahkan, total warga yang terdampak di RT 22 sekitar 25 kepala keluarga (KK).

Dirinya memastikan tidak ada korban jiwa akibat banjir sesaat tersebut.

Hanya saja air sempat meluap dan masuk ke pemukiman dan menggenangi rumah-rumah warga selama tiga puluh menit lebih.

“Ada empat RT kalau di RT 22 itu ya sekitar 25 KK, ketinggian airnya tadi kalau yang meluap di sekitar jembatan sekitar 1 meter,” terang Sunarjo.

Selain Sunarjo, salah satu warga yang juga penasihat RT Blunyahrejo, bernama Widiyono (61) menjelaskan, detik-detik banjir tersebut diceritakan olehnya saat hujan deras mengguyur Kota Yogyakarta.

Sebelum kejadian, Widiyono sudah memperkirakan bakal terjadi banjir akibat luapan sungai Buntung.

“Pasti kalau hujan sudah lebih dari satu jam akan banjir. Ya warga sini sudah siap dan ada yang mantau dan menabuh kentungan di pos ronda, tadi juga begitu,” katanya.

Widiyono mengatakan, sejak tahun 2012 sungai Buntung yang melintas di kampung Blunyuhrejo selalu langganan banjir.

Padahal, sebelumnya kawasan tersebut menurutnya sangat lah asri dan tidak pernah terjadi banjir.

Baca Juga :  Sultan HB X Minta Warga Tak Anggap Enteng Covid-19. Jumlah Kasus di DIY Lampaui Nasional

“Dulu waktu saya kecil itu asri wilayah sini. Sejak 2012 jadi sering banjir kalau pas hujan. Dan 2014 itu sudah pernah ada korban hanyut, tahu-tahu ditemukan di Bantul. Ya warga sini,” terang dia.

Pantauan Tribun Jogja di lokasi banjir, puluhan warga di kampung Blunyuhrejo masih sibuk membersihkan sisa-sisa lumpur yang terbawa arus banjir.

Mereka membersihkan rumah menggunakan pompa air untuk menyedot lumpur dan sisa material lain.

Akses jalan yang menghubungkan RT 22 dengan RT 25 Blunyuhrejo juga terlihat dipenuhi lumpur setebal kurang lebih 5 centimeter.

“Itu lumpur bekas banjir tadi masih terlihat. Warga di sini selalu bersih-bersih kalau udah banjir,” jelas Widiyono.

Ia berharap kepada pemerintah Yogyakarta untuk memperhatikan kondisi di kampung Blunyahrejo dengan cara mengurangi pembangunan yang menghambat resapan air.

“Kalau membangun bangunan ya sungai-sungai harus dikeruk. Tapi itu saja tidak akan menemukan solusi karena tidak ada tempat untuk menampung limbah sungainya. Saya sudah sering laporan ke mana-mana. Ayo sekarang PU Kota Yogyakarta bisa apa enggak atasi ini,” pungkasnya.

www.tribunnews.com