JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kabar Baik, Sekolah di Sragen Bisa Mulai Belajar Tatap Muka Awal Bulan Depan. Bupati Sempat Geregetan Ora Sido Sido Terus!

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo
PPDB
PPDB
PPDB

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Angin segar berembus di tengah upaya keras penanganan Covid-19. Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengisyaratkan pembelajaran di sekolah ditargetkan kembali bisa digelar secara tatap muka awal bulan depan atau awal April.

Bupati menyebut saat ini, Disdikbud sudah memetakan mana-mana sekolah yang sudah memungkinkan menggelar tatap muka.

“Sudah disiapkan skema PTM (pembelajaran tatap muka). Ya semoga bisa dimulai April besok. Disdikbud sudah memetakan mana saja sekolah yang sudah siap,” paparnya kepada wartawan kemarin.

Bupati menyampaikan pemetaan itu terkait dengan kondisi dan zona kasus Covid-19.

Menurutnya, pemetaan diperlukan untuk memastikan pembelajaran tatap muka aman bagi siswa dan guru serta meminimalisir potensi penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Mega Proyek Mall Pelayanan Publik Sragen Resmi Dimulai. Telan Anggaran Rp 18,5 Miliar, Bupati Pesan Jangan Mejen di Tengah Jalan

Ia mengungkapkan bahwa Pemkab Sragen sebenarnya sangat ingin melaksanakan PTM. Akan tetapi adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat keinginan menggelar PTM sesegera mungkin akhirnya menjadi tertunda.

Meski sudah setahun lebih belajar daring, pelaksanaan PTM bulan depan, belum terlambat.

Ia juga mengungkap sebenarnya sudah banyak siswa dan orangtua yang menghendaki segera digelar tatap muka di sekolah.

“Sragen sebenernya sudah lama mau tatap muka tapi karena ada PPKM ora sido-sido (gak jadi-jadi). Kalau kemarin kan memang Kemendikbud tidak mengizinkan PTM,” terangnya.

Baca Juga :  Prihatin Kelamaan Daring Siswa Cenderung Terlalu Bebas, Bupati Karanganyar Ngotot Lakukan Pembelajaran Tatap Muka di Tahun Ajaran Baru

Yuni juga menyampaikan salah satu persiapan menuju PTM adalah menggencarkan vaksinasi bagi guru dan tenaga pendidik di Kabupaten Sragen.

Vaksinasi akan dilakukan menyasar guru dan tenaga pendidik yang usianya di atas 50 tahun. Jumlah guru yang akan divaksin sekitar 9.000 orang.

Namun demikian, vaksinasi guru tidak akan dilakukan secara langsung. Pasalnya, jumlah vaksin yang diterima Pemkab Sragen terbatas dan harus dibagi untuk para lanjut usia (lansia).

“Vaksin yang ada sekarang ini harus dibagi juga untuk lansia yang jumlahnya banyak sekali,” imbuhnya. Wardoyo